Di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Makassar Akan Buka Tempat Hiburan Malam dan Panti Pijat

Kompas.com - 12/06/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi corona virus (Covid-19) shutterstockIlustrasi corona virus (Covid-19)

 

MAKASSAR, KOMPAS.com – Di tengah lonjakan penyebaran virus Covid-19, Pemerintah Kota Makassar berencana memberi izin tempat hiburan malam (THM) dan panti pijat kembali buka dan beroperasi.  

Rencana pemberian izin buka THM dan panti pijat dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rusmayani Madjid ketika dikonfirmasi, Jumat (12/6/2020).

Menurut dia, pembukaan THM dan panti pijat belum dia tentukan tanggalnya.

“Saya suruh buat dulu protokolernya semua. Setelah dibuat, hari ini akan disimulasikan dengan mengundang Dinas Kesehatan dan dinas terkait. Harus disimulasikan dulu, apa betul atau tidak ini. Setelah simulasi, baru dihadapkan ke Pak Pj Wali Kota Makassar,” katanya.

Baca juga: Jaksa: Lucinta Luna Dapat Dua Butir Ekstasi dari Orang Tak Dikenal di Tempat Hiburan Malam

Rencana pembukaan THM dan panti pijat di Kota Makassar ini, ungkap Rusmayani, berdasarkan desakan pengusaha THM dan panti pijat.

Di mana, ekonomi mereka saat ini dalam kondisi terjepit.

Di samping harus tetap mempekerjakan pegawainya, para pengusaha THM dan panti pijat ini pun diminta setoran dari Dinas Pendapatan Daaerah.

“Bingung juga, karena sekarang kondisi Makassar lonjakan Covid nya sangat tinggi. Tapi, mereka dalam kondisi ekonomi terjepit dan karyawannya harus juga bekerja. Para pengusaha THM dan panti pijat itu juga dikejar setoran oleh Dispenda. Nah, kalau tidak ada setoran yang masuk ke Dispenda, apa yang mau dilakukan untuk membiayai kegiatan-kegiatan di Kota Makassar,” jelasnya.

Jika para pengusaha THM dan panti pijat ini tetap memaksa buka, tegas Rusmayani, pihaknya akan memberikan surat pernyataan bahwa ketika ditemukan adanya penularan Covid di tempat tersebut bersedia ditutup.

“Jadi, mereka harus patuhi protokol kesehatannya nanti dengan jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. Bagi yang panti pijat, mereka harus pakai alat pelindung diri (APD) dan kalau perlu tukang pijatnya harus pakai kaos tangan dan rajin juga cuci tangan,” terangnya.

Baca juga: Anak Dokter di Tegal yang Meninggal Juga Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Rusmayani menambahkan, usaha-usaha seperti perhotelan, restoran dan tempat rekreasi lainnya sudah buka.

“Jadi dilema juga sekarang, tidak dibuka semua bisa hancur. Roda perekonomian tidak berputar. Jadi intinya, tetap harus patuhi protokol kesehatan untuk mengindari penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Dia juga mengaku, saat ini dirinya masih menjalani karantina mandiri karena telah melakukan kontak dengan pasien Covid-19.

“Saya sekarang sudah jalani hari ke-13 karantina mandiri. Walaupun saya jalani karantina mandiri, saya tetap harus bekerja. Saya diduga terinfeksi virus dengan tanpa gejala, maklum lah sudah berumur dan penyakit bawaanku yakni penyakit diabetes. Jadi saya takut juga, tapi mudah-mudahan lah bisa berakhir,” harapnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X