Penjelasan Pemprov Sulsel soal Insentif Tenaga Medis yang Belum Dibayar

Kompas.com - 12/06/2020, 14:57 WIB
Ilustrasi tenaga medis (KOMPAS.com/WALDA MARISON)Ilustrasi tenaga medis

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Sulsel mengklaim telah membayarkan sebagian insentif kepada tenaga medis yang menangani virus corona ( Covid-19).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah Provinsi Sulsel Junaedi mengatakan, selama penanganan Covid-19 telah menelan anggaran sekitar Rp 101 miliar, dari total yang disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel senilai Rp 500 Miliar.

Menurut Junaedi, anggaran penanganan Covid-19 Pemprov Sulsel untuk membiayai rumah sakit dan peralatan medis lainnya serta bansos untuk dibagikan kepada 24 Kabupaten dan Kota.

“Terkait dengan insentif bagi tenaga medis, semua sudah terbayarkan. Hanya saja, memang ada dua rumah sakit yang belum dibagikan insentifnya kepada tenaga medisnya yakni RSUP Wahidin Sudirohusodo dan RS Unhas," ujar Junaedi saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Curhat Dokter di Makassar, Insentif Tak Jelas Nasibnya tapi Malah Jadi Korban Fitnah

Menurut dia, kedua rumah sakit tersebut merupakan tanggungan dari Kementerian Kesehatan RI.

Terkait belum mendapat insentif dua rumah sakit itu, lanjut Junaedi, Pemprov Sulsel akan mencarikannya dana untuk membayarkan insentif bagi tim medis yang menagani Covid-19.

“Bagaimana pun caranya akan kita carikan dana untuk membayarkannya. Jadi posisi kami (Pemprov) ini mem-backup Kabupaten dan Kota dalam penanganan Covid-19. Jadi masing-masing daerah juga menganggarkan dana penanganan corona,” katanya.

Baca juga: Soal Pengusiran Tenaga Medis di Bogor, Gugus Tugas: Biaya Swab PCR Itu Mahal

Diberitakan sebelumnya, Humas IDI Kota Makassar Wachyudi Muchsin mengaku tudingan mendapatkan untung besar setiap kali menetapkan pasien berstatus PDP, membuat para tenaga medis menjadi cemas.

Padahal dengan banyaknya PDP dan pasien positif Covid-19 membuat beban dokter dan tenaga medis semakin berat.

Belum lagi diliputi perasaan cemas akan tertular virus corona.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Angka Kematian Covid-19 di Solo Capai 97 Orang, Didominasi Penyakit Bawaan

Regional
Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya

Regional
Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Penipu Modus Jadi Tim Satgas Covid-19 di Padang, Mengincar Perhiasan Korban

Regional
Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Cerita Rasiti Temukan Naskah Kuno Berusia 200 Tahun Warisan Keluarga, Belum Diketahui Isinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X