Kompas.com - 03/04/2020, 20:01 WIB
Penutupan ruas jalan protokol Semarang dari layar pantauan Dishub Kota Semarang, Minggu (29/3/2020). KOMPAS.com/dishub semarangPenutupan ruas jalan protokol Semarang dari layar pantauan Dishub Kota Semarang, Minggu (29/3/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Penutupan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Semarang mulai diterapkan selama 24 jam pada Sabtu (4/4/2020) dan Minggu (5/4/2020).

Hal ini diberlakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang setelah sebelumnya menerapkan penutupan lima jalan protokol selama 12 jam mulai  18.00 WIB hingga 06.00 WIB sejak Minggu (29/3/2020).

Penutupan ini dilakukan di lima jalan protokol antara lain Jalan Pandanaran mulai Tugu Muda sampai Simpang Lima, Jalan Pemuda mulai Mal Paragon sampai Tugu Muda, Jalan Gajah Mada mulai Simpang Lima sampai Simpang Gendingan, Jalan Pahlawan mulai bundaran tugu tunas sampai Simpang Lima, dan Jalan Achmad Yani mulai simpang RRI sampai Simpang Lima.

Baca juga: Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Endro Martanto mengatakan penutupan jalan protokol selama 24 jam, perhitungannya mulai dilakukan pada Jumat (3/4/2020) malam hingga Senin (6/4/2020) pagi.

"Jadi nanti jalan protokol tiap weekend Sabtu-Minggu tutup total selama 24 jam gak ada aktivitas apapun. Kita tutup mulai Jumat malam sampai Senin pagi baru kita buka," jelas Endro saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/4/2020).

Sedangkan, mulai Senin sore hingga Jumat pagi penutupan jalan protokol hanya 12 jam pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.

Endro menyebut belum ada penambahan ruas jalan untuk penutupan selain lima jalan protokol.

"Belum ada penambahan ruas jalan lagi selain lima jalan protokol karena masih menunggu hasil evaluasi selama beberapa hari ke depan," tandasnya.

Baca juga: Pemkab Semarang Persiapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Penutupan tersebut diberlakukan mengingat dari hasil evaluasi masih banyak masyarakat yang masih beraktivitas di luar.

"Dari evaluasi kalau di ruas jalan protokol yang sudah ditutup sudah sepi. Tapi kalau ruas jalan yang lain yang tidak ditutup masih biasa saja, belum ada penurunan yang begitu signifikan," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X