Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Kompas.com - 03/04/2020, 05:48 WIB
Bupati Pemalang, Junaedi KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoBupati Pemalang, Junaedi

PEMALANG, KOMPAS.com - Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Junaedi mengumumkan  dua warganya positif terinfeksi virus corona ( Covid-19).

Keduanya merupakan warga satu desa di Kecamatan Comal.

Bupati Pemalang Junaedi menyebutkan sesuai hasil laboratorium yang dikeluarkan RS Bhakti Wira Tamtama Semarang, dua pasien warga Pemalang yang semula Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kini dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Ada dua warga pemalang satu laki-laki 61 dan perempuan 60 tahun. Satu kita rawat di RSUP Kariadi Semarang, satunya di RSUD Azhari Pemalang," kata Junaedi, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Warga Pemalang yang Diisolasi di RSUD Kardinah Tegal Negatif Corona

Menurutnya, saat ini sudah ada tracking siapa saja yang kontak dengan pasien positif Covid-19.

Sementara itu, Juru Bicara Posko Komando Penanganan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo menjelaskan, kedua pasien tersebut tertular virus corona setelah melakukan perjalanan dari Semarang dan Yogyakarta.

"Masyarakat tidak perlu panik dan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak. Utamanya tidak berkontak fisik dengan orang lain untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut," jelas Tutuko.

Baca juga: RSUD Kardinah Tegal Isolasi Pasien Rujukan Asal Pemalang

Saat ini tercatat Orang Dalam Pantauan (ODP) di Pemalang berjumlah 1.146 orang.

Sementara 11 orang masih dalam pengawasan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X