Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Kompas.com - 02/04/2020, 23:16 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat di desa untuk menghidupkan lagi tradisi jimpitan sebagai lumbung pangan.

Jimpitan sendiri merupakan sebuah tradisi mengumpulkan iuran rutin dalam bentuk beras atau uang dalam suatu wadah berbentuk gelas plastik bekas atau kaleng kecil yang digantungkan di depan atau samping rumah warga di desa atau kampung.

Menurut Ganjar, tradisi ini bisa menjadi solusi pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah pusat di tengah merebaknya pandemi corona.

Baca juga: Jateng Anggarkan Lebih dari Rp 1 Triliun Bantu 1,8 Juta Warga Miskin Hadapi Corona

"Mulai hidupkan lagi jimpitan, yang muslim zakat infak dan sedekahnya bisa dioptimalkan. Tanami lahan-lahan kosong dengan tanaman kebutuhan pokok sehari-hari. Kalau itu bisa dilakukan, maka daya tahan kita akan kuatkan lewat desa," kata Ganjar di Semarang, Kamis (2/4/2020).

Selain itu, keberadaan lumbung pangan dapat berfungsi membantu masyarakat yang membutuhkan.

Misalnya bagi mereka yang terkena penyakit dan virus corona atau mereka yang dirumahkan dari perusahaan akibat virus ini, dapat dijamin kehidupannya oleh desa.

"Minimal, dengan kekuatan itu, desa bisa menolong. Maka ini kompak, bantuan dari pemerintah pusat ada, kekuatan dari bawah juga ada. Mari kita kembalikan kekuatan gotong royong dengan kultur desa ini, agar kita semua bisa melewati masa-masa sulit seperti saat ini," ujarnya.

Baca juga: Ganjar Minta Masyarakat Hentikan Penyemprotan Disinfektan ke Orang

Ganjar menambahkan kearifan lokal adalah kekuatan terpendam yang dimiliki warga desa untuk melawan pagebluk ini.

Ia yakin desa justru bisa bertahan karena kultur masyarakatnya yang masih komunal dan mau berbagi.

Selain gotong royong dalam hal makanan, kata Ganjar, desa juga bisa melakukan pembatasan sosial lebih ketat.

Jika di kota membutuhkan petugas keamanan, desa punya sistem ronda yang bisa dimaksimalkan.

"Kalau sebelumnya ronda hanya malam, sekarang bisa siang juga. Jaga perbatasan desa, data setiap pendatang dan arahkan karantina mandiri agar aman dari penyebaran virus," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X