Pasien Rehabilitasi Jiwa di Semarang Jalani Terapi dengan Jahit Masker dan APD

Kompas.com - 01/04/2020, 21:14 WIB
Proses menjahit pakaian hazmat untuk tenaga medis di RSJD Amino Gondohutomo Semarang KOMPAS.com/istimewaProses menjahit pakaian hazmat untuk tenaga medis di RSJD Amino Gondohutomo Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah pasien yang sedang menjalani proses rehabilitasi jiwa di RSJD Amino Gondohutomo Semarang berkreasi menjahit kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi para medis berupa masker dan pakaian hazmat.

Hal ini menyusul kelangkaan APD yang terjadi di tengah masyarakat seiring merebaknya pandemi corona yang semakin luas.

Para pasien yang sudah dibekali keterampilan menjahit itu setiap harinya bisa memproduksi 50 hingga 100 lembar masker dan 10 buah pakaian hazmat.

Baca juga: Ratusan Polisi yang Kenakan Hazmat Akan Sterilkan Pusat Keramaian di Jateng

Lembar masker itu berbahan dua lapis kain katun yang di tengahnya diisi material antibakteri.

Sedangkan, pakaian hazmat berbahan jenis propylene spunbound yang didapat dari daerah Kranggan, Kota Semarang.

Selama proses pengerjaannya, setiap hari ada dua pasien yang menjahit masker dan APD dengan dibantu oleh dua petugas medis rehabilitasi RSJD Amino Gondohutomo.

Direktur Utama RSJD Amino Gondohutomo Semarang Alex Jusran mengatakan, hal itu berawal dari keprihatinan selama 2-3 pekan lalu bahwa stok APD rumah sakit mengalami kelangkaan akibat wabah virus corona.

"Di tengah kekhawatiran itu, karena stok menipis maka muncul ide untuk memproduksi sendiri dengan melibatkan para pasien yang sudah dalam fase rehabilitasi. Mereka dalam masa terapi pekerjaan, maka diberikan keterampilan menjahit masker dan hazmat," kata Alex saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, lanjut Alex terapi keterampilan ini diberikan biasanya kepada para pasien yang sudah dalam kondisi stabil dan rawat jalan.

Kegiatan itu dilakukan untuk mengasah kemampuannya agar lebih berdaya guna dan mandiri secara ekonomi ketika kembali bermasyarakat.

"Terapi ini untuk persiapan mereka kembali ke asalnya. Ketika kembali bermasyarakat mereka akan lebih mandiri karena sudah dibekali keterampilan menjahit," katanya.

Baca juga: Hendak Dibawa ke RS dan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 Mengamuk

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga memberikan upah sebagai pengganti tenaga selama produksi sebesar Rp100 ribu per orang setiap harinya.

Alex mengungkapkan, dengan diberdayakannya pasien rehabilitasi jiwa tersebut diharapkan dapat memotivasi masyarakat agar tidak putus asa dengan keadaan.

"Kita punya misi memicu masyarakat agar tidak putus asa di tengah kelangkaan APD ini. Ada peluang bisa memanfaatkan bahan-bahan sekitar yang mudah untuk digunakan dan lebih hemat," ujarnya.

Sementara ini, hasil kreasi APD tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan internal rumah sakit baik untuk dokter, perawat, para medis dan non medis lainnya.

"Untuk ongkos produksi cukup hemat. Kalau sebuah pakaian medis cuma Rp 40 ribu per unit. Sudah termasuk buat beli bahan dan jasa jahit," tandasnya.

Sebagai informasi, RSJD Amino Gondohutomo merupakan satu dari tujuh rumah sakit yang menyediakan posko kesehatan siaga Covid-19 beroperasi setiap hari kerja pukul 09.00-12.00 WIB. Pada Jumat pukul 09.00-11.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X