Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petugas Terminal Mandalika Kebingungan Hadapi Ribuan Pemudik Tanpa APD dan Tim Medis

Kompas.com - 31/03/2020, 14:01 WIB
Fitri Rachmawati,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

MATARAM, KOMPAS.com - Imbauan agar tidak pulang kampung tampaknya tidak berlaku bagi warga Lombok, Sumbawa, dan Bima.

Dalam sepekan ini saja ribuan orang telah mudik melalui jalur darat, dengan tujuan akhir terminal di sejumlah Kabupaten Kota di NTB.

Tercatat 300 orang perharinya tiba di Terminal Mandalika Kota Mataram.

Baca juga: Suhu Puluhan Penumpang Sempat Tinggi, Petugas Terminal Kewalahan karena Tak Ada Tim Medis

Hanya saja belum ada tim medis yang mengawasi kedatangan para pemudik ini, meskipun petugas terminal mengaku sangat membutuhkan tim medis di Terminal Mandalika.

"Ya ini kondisi kami di sini, hanya dengan peralatan dan perlengkapan sederhana, mengawasi kedatangan penumpang. Belum lagi kalau ada yang suhu tubuhnya tinggi, pasti kami bingung karena bukan bidang kami. Karena itu kami butuh tim medis yang siaga di terminal ini," Kata Muhammad Junaidi, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Mandalika, Kota Mataram di ruang kerjanya kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Junaidi juga mengkhawatirkan anak buahnya yang hanya mengenakan masker dan pakaian dinas tanpa Alat Pelindung Diri (APD).

"Kami kan maunya ada petugas media yang pakai APD seperti pakaian astronot itu, biar aman. Ini saja saya sudah mulai sakit, mau isolasi diri gimana, harus mengurus terminal," kata Junaidi.

Junaidi khawatir karena melayani banyak penumpang yang berdatangan, bahkan 300 orang per harinya dalam sepekan ini.

Sejumlah petugas terminal tetap berjaga dan mengingatkan warga untuk selalu menggunakan handsanitizer, menjaga jarak duduk di ruang tunggu terminal.

Sejumlah bus tujuan Sumbawa-Dompu-Bima terus mengangkut penumpang yang berdatangan. Mereka memilih balik kampung karena libur kuliah dan libur sekolah.

"Kami baiknya pulang, saya sudah sebulan di Mataram, ya balik dulu ke Bima Kota," kata Ibrahim yang bersiap naik bus patas menuju kampungnya.

Belum lagi penumpang dari berbagai Kota seperti Surabaya, Malang, Denpasar, Yogyakarta dan Jakarta yang balik ke Lombok, Sumbawa, Dompu dan Bima.

Sebagian ada Buruh Migran Indonesia atau TKI/TKW yang balik dari negara tempat mereka bekerja melalui jalur laut dan melanjutkan melalui darat.

Hal inilah yang menyebabkan petugas Terminal Mandalika mengharapkan kehadiran tim medis.

Baca juga: Tracing 2 Pasien Positif Covid-19 di NTB, Ratusan Santri Dikarantina di Pondok Pesantren

Mengingat kedatangan orang dari luar Pulau Lombok akan beresiko membawa virus corona ke kampung halaman mereka.

"Kami tetap berharap ada tim medis di terminal ini," kata Junaidi

Kepala Dinas Kominfo NTB I Gede Aryadi mengatakan, pihak Dinas Kesehatan NTB telah melatih petugas di Terminal Mandalika mengecek suhu tubuh penumpang yang turun dari bus maupun yang naik bus meninggalkan terminal.

"Jadi mereka sudah dilatih untuk mengecek suhu tubuh dengan alat thermogun oleh Dians Kesehatan NTB. Selain itu penumpang juga sudah dicek kesehatannya dan suhu tubuhnya di Pelabuhan Lembar Lombok Barat ketika turun dari kapal," ujar Aryadi.

Namun, Gede mengatakan akan membicarakan keluhan petugas Terminal Mandalika yang membutuhkan tim medis.

"Ini telah disampaikan pada Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dan segera kita mencari solusinya. Apapun yang terbaik untuk masyarakat," kata Gede.

Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 NTB, Ahsanul Khalik yang dikonfirmasi terkait tak adanya tenaga media di Terminal Mandalika melalui pesan WhatsApp (WA), belum memberikan jawabnnya.

Petugas Terminal Mandalika mengaku telah mengirimkan surat permohonan ke Dinas Kesehatan Kora Mataram meminta tenaga medis di Terminal Mandalika dalam menghadapi wabah corona.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Terminal Mandalika hingga Senin petang, bus terakhir yang tiba adalah Titian Mas dari Surabaya.

Bus ini membawa 31 penumpang. Seluruh penumpang suhu tubuhnya normal atau rata rata 36 celsius.

"Semua suhu tubuhnya aman, sehat semua, 18 orang akan melanjutkan perjalanan ke Bima", kata  Muhadi, salah seorang petugas yang mengecek suhu tubuh penumpang yang tiba di terminal.

Petugas juga menyemprotkan disinfektan di dalam bus, kursi kursi, dan seluruh bagian bus.

Hanya saja dalam proses pemeriksaan itu, petugas Terminal Mandalika lupa mengingatkan penumpang untuk menjaga jarak atau social distancing.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com