Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam: Mereka yang Bertaruh Nyawa (2)

Kompas.com - 26/03/2020, 13:03 WIB
Seorang warga Demak, Pasijah, duduk di perahu yang bertengger di teras rumahnya yang tergenang air laut. Ulet Ifansasti/Getty ImagesSeorang warga Demak, Pasijah, duduk di perahu yang bertengger di teras rumahnya yang tergenang air laut.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ancaman tenggelam akibat perubahan iklim tak hanya dihadapi oleh ibu kota Jakarta dan pesisir utara Jawa, namun juga puluhan juta warga lain yang tinggal di pesisir Indonesia

Kebanyakan pesisir berada di dataran rendah

Kondisi geografis pesisir kepulauan Indonesia yang merupakan dataran rendah, ditambah dengan dampak perubahan iklim serta penurunan muka tanah, dianggap sebagai faktor banjir laut tahunan yang mengancam keberlangsungan kehidupan warga yang tinggal di pesisir.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan mengungkapkan kondisi geografis pesisir Indonesia ini yang membuat area tersebut rentan terhadap perubahan iklim.

Baca juga: Tanggul Jebol di Cianjur Sebabkan Banjir di Permukiman dan Sawah

"Rata-rata low land, daerah pesisir dan pulau-pulau pesisir [merupakan] daerah dataran rendah. Kota-kota besar di Jawa misalnya, kebanyakan di daerah pesisir, daerah pantai, sehingga rentan dengan ancaman kenaikan muka laut itu," jelas Dodo.

Karena kondisi geografis ini, peneliti Geodesi dari ITB Heri Andreas memperkirakan pesisir timur Sumatra, mulai dari Aceh hingga Lampung, berpotensi "tenggelam".

Demikian halnya pesisir Kalimantan bagian barat ke timur, mulai dari Singkawang, Mempawah dan Pontianak di Kalimantan Barat, Banjarmasin di Kalimantan Selatan, hingga Samarinda di Kalimantan Timur.

Baca juga: Sudah 4 Hari Banjir akibat Tanggul Jebol di Jombang Belum Surut

Sisriati terpaksa meninggikan lantai rumahnya hingga 1 m. BBC News Indonesia/Ayomi Amindoni Sisriati terpaksa meninggikan lantai rumahnya hingga 1 m.
Kondisi serupa dialami oleh pesisir selatan Papua, termasuk Dolok dan Merauke.

"Papua di bagian selatan, daerah rawa-rawa sampai Merauke. Itu kan tanahnya gambut, pasti akan turun juga meskipun tidak seekstrem di Pantura saat ini," kata Heri.

Adapun pesisir utara Jawa, mulai dari Tangerang, Bekasi, Muara Gembong, Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, dan Surabaya, yang juga merupakan dataran rendah lebih dulu menghadapi ancaman tenggelam selama beberapa tahun terakhir, dengan banjir laut tahunan yang datang tiap musim penghujan.

Baca juga: Tanggul Jebol, Permukiman Warga di 2 Dusun di Jombang Terendam Banjir 70 Cm

"Kalau kita bicara yang paling parah itu pantura [pantai utara Jawa], kemudian Sumatra bagian timur baru ke Kalimantan dan Papua," ujarnya.

"Karena kalau udah ada unsur manusia di situ [pantura], mengeksploitasi air tanah, di situ land subsidence-nya akan masif."

Pekalongan di pesisir utara Jawa Tengah, mengalami penurunan tanah sekitar 1-20 cm setiap tahunnya.

Pada 2018, 31% wilayah daratan Pekalongan telah tergenangi air laut secara permanen.

Salah satu warganya, Sisriati, terpaksa meninggikan lantai rumahnya hingga 1 meter.

"Lantai di-urug biar nggak ada air. Kalau nggak di-urug kan ada air masuk, nggak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, misal lihat TV, aktivitas anak-anak belajar kan repot," akunya.

Baca juga: Pekan Depan Laut Pasang Maksimum, Bagaimana Potensi Banjir Rob?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

Regional
1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X