Asrama Haji Kaltim Disiapkan Jadi Rumah Sakit Darurat untuk Pasien Virus Corona

Kompas.com - 26/03/2020, 11:23 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat ditemui Kompas.com di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (24/3/2020).  KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPlt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat ditemui Kompas.com di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (24/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Kaltim) menyiapkan dua rumah sakit darurat mengantisipasi lonjakan pasien terjangkit virus corona.

Dua tempat yang akan disulap jadi rumah sakit darurat yakni Gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim di Samarinda dan Asrama Haji di Batakan, Balikpapan.

Langkah antisipasi ini dilakukan karena daya tampung dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Samarinda dan Balikpapan yang menjadi rujukan pasien virus corona mulai penuh.

Baca juga: Ini Rincian Ruang Rumah Sakit Darurat Corona di Wisma Atlet Kemayoran

Padahal, RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sudah menambah 40 tempat tidur di ruang Seruni jadi ruang isolasi pasien corona.

Begitu juga dengan RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan, menambah 21 ruang dengan kapasitas 50 tempat tidur.

“Tambahan dua rumah sakit darurat untuk antisipasi ledakan pasien dalam jumlah besar,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

“Karena itu rencanakan kami ubah Gedung Balai Kesehatan di Samarinda dan Asrama Haji di Batakan di Balikpapan jadi rumah sakit darurat sekaligus tempat karantina,” sambung dia.

Baca juga: Rumah Sakit Rujukan Corona di Jateng Dapat Bantuan 10.000 APD

Nantinya, kedua tempat itu akan menghimpun mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) untuk masa karantina 14 hari dan sebagian lainnya untuk isolasi pasien dalam pengawasan (PDP).

“Jadi enggak ada lagi yang berkeliaran. Saat ini banyak yang masuk kategori ODP tapi tidak tertib mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Mereka justru beraktifitas biasa. Sebetulnya enggak boleh begitu,” terang dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujunnya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujunnya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Regional
Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Regional
Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Regional
KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

Regional
4 Fakta di Balik Oknum Karyawan BRI Diduga Korupsi Dana KUR Rp 1 M untuk Beli Motor Bekas

4 Fakta di Balik Oknum Karyawan BRI Diduga Korupsi Dana KUR Rp 1 M untuk Beli Motor Bekas

Regional
Gudang Distributor Bumbu Kering Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta Hilang

Gudang Distributor Bumbu Kering Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X