Pengakuan Bekas Narapidana Teroris, Sempat Kafirkan Orangtua, Ibu Meninggal Jadi Titik Balik Hidupnya

Kompas.com - 23/02/2020, 11:01 WIB
Foto berasal dari sumber Pemerintah Surabaya yang menunjukkan detik-detik setelah ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta di Surabaya (13 Mei 2018) HandoutFoto berasal dari sumber Pemerintah Surabaya yang menunjukkan detik-detik setelah ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta di Surabaya (13 Mei 2018)
Editor Rachmawati

 

Rekonsiliasi perbaiki jaring kemanusiaan

Deputi Direktur Aida, Laode Arham, mengatakan jika pelaku merupakan cermin kekerasan bom di tanah air.

Sedangkan para korban mencerminkan dampak kekerasan dan kebrutalan aksi bom dan kekerasan terorisme.

"Dua kutub yang berlawanan. Selama ini tak pernah bertemu. Pertemuan menjadi ruang kemanusiaan, memperbaiki jaringan kemanusiaan yang rusak," ujarnya.

Pertemuan antara korban dan pelaku penting untuk saling memaafkan. Bertujuan untuk merekatkan kembali tali kebangsaan, kemanusiaan dan hubungan sesama anak bangsa yang rusak dan terkoyak karena aksi kekerasan.

Baca juga: Cerita Garin Anak Korban Bom Bali I, Lihat Jenazah Ayahnya Hangus dan Memilih Mengurung Diri

Setelah saling memaafkan korban merasa lebih sehat. Sedangkan mantan pelaku lebih percaya diri, dan memberi energi positif atas pilihannya. Dari pilihan ideologis menjadi rasional.

Aida membutuhkan waktu setahun lebih untuk mendekati korban maupun bekas napi terorisme.

Bagi pelaku teror, dipantau mulai bertaubat, kesetiaan terhadap NKRI, proses sosial dan kebatinannya.

"Proses integrasi sosialnya panjang," kata Laode. Sedangkan para korban juga mengalami yang sama.

Tingkat penerimaannya berbeda ketika bertemu mantan pelaku. Kadang meski mengaku ikhlas memberi maaf, tapi tak kuasa bertatap muka.

Baca juga: Saat Garil Anak Korban Bom Bali I Bertemu Ali Imron Pelaku Pengeboman

Anjing pelacak dari Unit K-9 Polri mengendus adanya bom yang dibawa oleh seseorang di dalam tasnya saat simulasi di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (19/01/2020). Simulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya terorisme. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay Anjing pelacak dari Unit K-9 Polri mengendus adanya bom yang dibawa oleh seseorang di dalam tasnya saat simulasi di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (19/01/2020). Simulasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya terorisme.
Bahkan responsnya beragam saat satu ruangan antara korban dan pelaku.

"Ada yang cepat dan ada yang lama. Butuh waktu agar satu frekuensi untuk merekatkan hubungan antar manusia," ujarnya.

Seorang korban butuh waktu empat hingga lima kali dari pertama bertemu. Saat bertemu disediakan psikolog untuk mendampingi dan membantu menghapus trauma.

Seperti pertemuan antara keluarga korban bom Kuningan, Jakarta dengan adik Amrozi, Ali Fauzi Manzi pada 2013 dan 2014.

"Awalnya posisinya duduk berdampingan, beruntung korban bisa menahan diri. Lantas mengambil posisi menjauh," katanya.

Baca juga: Berdialog dengan Eks Napi Teroris Bom Bali I, Ganjar: Nyesal Enggak Berbuat Jahat?

"Ali Fauzi dihakimi. Selanjutnya, malam hari mereka saling curhat menyampaikan semua keluh kesah. Usai curhat, mereka menangis dan berpelukan."

"Kini, mereka mengaku telah bertemu the new brotherhood," ujarnya.

Korban bom Bali 1 Niluh Erni bercerita ketika ke Lamongan, Jawa Timur, pasti mampir ke rumah Ali Fauzi.

Sebaliknya Ali Fauzi jika ke Bali bertemu dengan para korban. Sehingga mereka sudah layaknya saudara dan keluarga.

Baca juga: Terpidana Bom Bali Umar Patek Diusulkan Dapat Pembebasan Bersyarat

"Masih banyak yang belum satu frekuensi. Tak mudah. Tak semua siap," katanya. Kedua belah pihak harus terbuka dan memaafkan dari hati yang terdalam.

Kini sebanyak lima orang bekas narapidana terorisme dan 40 orang korban dan keluarga korban bergabung dalam tim perdamaian Aida. Jumlah mereka, kata Laode, sedikit jika dibanding jumlah korban yang mencapai ribuan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X