Pengakuan Bekas Narapidana Teroris, Sempat Kafirkan Orangtua, Ibu Meninggal Jadi Titik Balik Hidupnya

Kompas.com - 23/02/2020, 11:01 WIB
Aksi damai bertajuk Kami tidak takut digelar pasca serangan bom bunuh diri di Jakarta Pusat (15 Januari 2016). Getty Images/Oscar SiagianAksi damai bertajuk Kami tidak takut digelar pasca serangan bom bunuh diri di Jakarta Pusat (15 Januari 2016).
Editor Rachmawati

 

Melawan trauma dan memberi maaf

Trauma yang sama juga dialami korban bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Desmonda Paramatha, 20 tahun. Ia mengaku ketakutan jika bertemu dengan perempuan bercadar.

Seperti akhir Senin lalu saat menumpang kereta Surabaya- Malang, ia satu gerbong dengan perempuan bercadar. Pikirannya berkecamuk, takut kejadian bom di gereja terulang.

"Takut jika tiba-tiba meledakkan diri di depan saya," katanya.

Beberapa kali ia mengalami kejadian serupa. Ia berusaha memahami dan berdamai dengan batinnya menjauhkan prasangka buruk kepada perempuan bercadar.

Selain trauma dengan perempuan bercadar, telinga sebelah kanan kadang masih mendengung.

Baca juga: Ralat Pernyataan, Mahfud Sebut Pencabutan Kewarganegaraan Terduga Teroris Tak Perlu Pengadilan

Akibat ledakan bom, pergelangan tungkai patah dan serpihan logam menancap di leher. Kini, Desmonda memaafkan pelaku aksi bom bunuh diri.

Memberi maaf, katanya, agar pelaku tenang di alam lain.

"Biarkan mereka tenang di alam sana. Serta mendapat ganjaran yang sepadan. Mau tak mau harus memaafkan," ujarnya.

Sebelum memaafkan dengan tulus, kata Desmonda, ia senantiasa takut jika sendirian di kamar. Saat sendirian ingatannya langsung terlempar saat kejadian ledakan bom.

Baca juga: Benda Diduga Bom di Brebes Diledakkan Tim Gegana, Material Diperiksa

Sendirian dan tak ada yang membantu. "Puji Tuhan setelah memaafkan tak ada lagi ketakutan," ujarnya.

Bahkan, banyak temannya yang tak percaya jika ia cepat memaafkan pelaku aksi bom bunuh diri. Ia mengaku tak takut saat bertemu dengan bekas narapidana terorisme.

"Tak takut, saya percaya pelaku juga korban. Korban atas pengetahuan yang salah," ujarnya.

Pertemuan itu bisa saling menguatkan antar korban bom dan saling memaafkan.

Desmonda bertemu dengan Choirul Ihwan setahun lalu. Kini, ia sering berkomunikasi antar korban maupun dengan bekas narapidana terorisme.

Baca juga: Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X