Perankan Ibu Saat Rekontruksi, Anak Menangis dan Tanya Alasan Ayah Tega Bunuh Ibunya

Kompas.com - 13/02/2020, 11:11 WIB
Polisi gelar rekonstruksi pembunuhan di Kabupaten Berau, Rabu (12/2/2020). TRIBUNKALTIM.CO/ IKBAL NURKARIMPolisi gelar rekonstruksi pembunuhan di Kabupaten Berau, Rabu (12/2/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Senin (20/1/2020) pagi, Nabire (63) warga Kampung Tumbit Melayu, Kabupaten Berau nekat menganiaya Pati (55), istri sirinya.

Nabire menikam istrinya sebanyak 17 kali hingga tewas. Anak korban juga terluka saat berusaha melerai.

Polisi kemudian menggelar rekontruksi pembunuha itu di halaman Polres Berau, Rabu (12/2/2020).

Saat rekontruksi salah seorang anak korban, Hariana memerankan ibunya yang tewas dibunuh oleh ayahnya.

Baca juga: Suami Bunuh Istri Usai Terlibat Cekcok, Polisi Temukan 17 Luka Tusukan

Dilansir dari Tribun Kaltim, Hariana tak kuasa menahan tangis saat rekontruksi. Ia juga melayangkan pertanyaan kepada Nabire alasan ia tega membunuh ibunya hanya gara-gara sepele.

Kapolsek Teluk Bayur, Iptu Nurhadi mengatakan rekonstruksi yang dilakukan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan tak ada perubahan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk rekonstruksi 26 adegan, dari kejadian awal sampai terakhir korban meninggal dunia dan pelaku menyerahkan diri ke Polsek," katanya.

Baca juga: Detik-detik Suami Bunuh Istri Tua, Pelaku Minta Korban Jemput di Pangkalan Ojek

Setelah rekontruksi, Hariana anak Pati meminta agar ayahnya dihukum setimpak.

"Saya sangat berharap pelaku bisa diberikan hukuman yang setimpal," kata Hariana

"Karena sesalah-salahnya orangtua saya, pasti ada solusinya, tidak perlu harus berakhir seperti ini sampai menghabisi nyawa ibu saya," kata perempuan yang akrab dipanggil Anna itu.

Baca juga: Kasus Suami Bunuh Istri Tua di Lampung, Ini Peran 5 Tersangka

IlustrasiiStockphoto Ilustrasi
Tersinggung dan ditikam badik

Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning, mengatakan sepekan sebelum kejadian, Nabire dan Pati sempat terlibat cekcok.

Puncaknya saat Nabire meminta kunci rumah kepada Pati, istrinya. Namun sang istri marah hingga membuat suaminya tersinggung dan emosi.

"Pelaku yang membawa sebilah badik sepanjang 15 sentimeter langsung menikam korban," katanya.

Melihat kejadian tersebut anak korban, Herwan (35) berusaha melerai. Namun Herwan juga menjadi korban kekalapan pelaku.

Baca juga: Kronologi Suami Bunuh Istri Tua, Berawal dari Disuruh Memilih

Korban dan pelaku memang sudah tidak serumah.

"Jadi pelaku datang menanyakan uang mobil dan juga kunci rumah yang berada di Teluk Bayur," kata Kapolres, yang dikonfirmasi kemarin (20/1/2019).

Meski sudah berdarah-darah korban sempat lari ke luar rumah tetangga meminta pertolongan.

Namun pelaku tetap mengejar korban dan kembali mebikam.

"Teriakan korban membuat tetangga keluar rumah dan berusaha menolong, nahas, nyawa korban tak tertolong dan korban tewas di lokasi kejadian," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Perankan Ibunya dalam Rekonstruksi Polres Berau, Anak Korban Tanya Kenapa Ayahnya Tega Bunuh Ibunya



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X