Pasutri di Makassar Curi Uang dengan Modus Jual Diri Lewat Apikasi MiChat

Kompas.com - 14/01/2020, 21:04 WIB
Pasutri di Makassar inisial IH (22) dan DS (22) saat diamankan di Polsek Panakkukang, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANPasutri di Makassar inisial IH (22) dan DS (22) saat diamankan di Polsek Panakkukang, Selasa (14/1/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polsek Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, menangkap pasangan suami istri yang diduga menipu dengan pura-pura menawarkan jasa prostitusi.

Pasangan IH (22) dan DS (22) ditangkap di salah satu wisma di Jalan Hertasning, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (13/1/2020) malam.

Mereka diduga memanfaatkan aplikasi pesan singkat MiChat untuk menjerat laki-laki hidung belang sebagai korban.

DS mengaku terpaksa menipu karena kehabisan uang di Makassar saat ingin melanjutkan perjalanan dari Sidrap, Sulawesi Selatan, ke Padang, Sumatera Utara.

Baca juga: Gojek Tanggapi Komentar YLKI tentang Lambatnya Respons Keluhan penipuan

Di tengah kebingungannya, IH yang merupakan suami DS punya ide untuk mendapatkan uang dari menipu dengan berpura-pura menawarkan jasa prostitusi. 

IH kemudian berpura-pura menjajakan DS ke lain lain untuk berhubungan intim dengan aplikasi MiChat.

"Langsung dia yang nawarin, terus aku jawab ya udah gitu. Yang chat itu banyak sampai ratusan, cuman satu orang saja yang aku ambil," kata DS di Polsek Panakkukang, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Awas Penipuan, Gojek Hanya Terima 3 Cara Pembayaran Ini

DS kemudian dipesan oleh seorang laki-laki. Namun saat bertemu di sebuah wisma, DS menyuruh korbannya untuk mandi terlebih dahulu. Saat itulah kata DS mengambil uang korbannya.

IH menyuruh DS untuk tidak melayani pemesannya. Setelah melihat peluang untuk pergi, DS pun keluar hotel untuk menemui suami yang sudah menunggu. 

"Suami nunggu di luar, suami bilang janganlah sampai main, ambil aja uangnya. Aku suruh mandi aja dia (korban), ada peluang untuk pergi jadi aku tinggal. Yah suami tahu," tutur DS. 

DS menipu lantaran malu meminta uang kepada orangtuanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Regional
Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X