Bus Sriwijaya yang Masuk Jurang Berusia 20 Tahun, Diklaim Laik Jalan

Kompas.com - 24/12/2019, 19:21 WIB
Lokasi jatuhnya bus Sriwijaya yang menyebabkan 25 orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Bus tersebut jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). HANDOU/ POS SAR PAGARALAMLokasi jatuhnya bus Sriwijaya yang menyebabkan 25 orang penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Bus tersebut jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

BENGKULU, KOMPAS.com - Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019), tercatat berusia 20 tahun. Bus tersebut diklaim masih laik jalan dan lolos uji KIR.

Klaim itu disampaikan Kepala Operasional PO Bus Sriwijaya, Aji Supriyadi.

Bus bernopol BD 7031 AU, kata Aji, dibeli pada 1999 berusia. Bus tersebut rutin melakukan uji KIR setiap enam bulan. Aji menuturkan, uji KIR terakhir akan habis masa berlaku pada Februari 2020.

"Bus dalam kondisi laik jalan. Uji KIR terakhir enam bulan lalu," jelas Aji, Selasa (24/12/2019) pada sejumlah media.


Baca juga: Sebelum Terjun ke Jurang, Bus Sriwijaya Sempat Alami Kecelakaan Lain

Menurut Aji, sebelum keberangkatan proses pengecekkan kondisi dan kelengkapan mobil selalu dilakukan. Termasuk kemanan rem, dan lainnya.

Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang tersebut, terang Aji, membawa penumpang sebanyak 31 orang.

Rinciannya, dari Po. Sriwijaya Express-Pratama Kota Bengkulu 27 orang dan 4 orang dari Po. Sriwijaya di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Dalam kecelakaan itu, sebanyak 27 orang meninggal.  

Baca juga: Sebelum Terjun ke Jurang, Bus Sriwijaya Sempat Alami Kecelakaan Lain

Aji menjelaskan, perusahaan belum mengetahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. Menurut dia, pihak PO Bus Sriwijaya telah mengirim tim ke lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Bardin mengatakan, alat cek pengujian KIR milik Kota Bengkulu mengalami kerusakan. Sehingga pihaknya tidak melakukan pengecekan terhadap bus Sriwijaya.

Baca juga: YLKI Desak Kepolisian dan Kemenhub Usut Tuntas Kecelakaan Bus Sriwijaya

Meskipun demikian, kata Bardin, kondisi bus Sriwijaya laik jalan. Sebab, menurut Bardin, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu telah melakukan uji KIR terhadap bus Sriwijaya pada Mei 2019. Uji KIR, terang dia, dilakukan enam bulan sekali.

''Alat kami rusak. Dishub Provinsi sudah cek ke seluruh PO. Kalau bus itu bisa jalan itu artinya laik jalan,'' jelas Bardin.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Darpinudin saat dihubungi menyebutkan bahwa persoalan KIR tidak lagi ditangani Dishub probinsi namun dikembalikan pada kabupaten/kota. Sementara untuk perizinan ditangani Kementerian Perhubungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X