Warga di Pagaralam Sumsel Kembali Berkebun Pasca Kasus 3 Serangan Harimau

Kompas.com - 19/12/2019, 12:43 WIB
Warga Desa Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan kembali berkebun setelah satu bulan terjadi konflik antara harimau dan manusia, Rabu (18/12/2019). Dalam kejadian tersebut, tiga petani tewas diterkam harimau. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAWarga Desa Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan kembali berkebun setelah satu bulan terjadi konflik antara harimau dan manusia, Rabu (18/12/2019). Dalam kejadian tersebut, tiga petani tewas diterkam harimau.

PAGARALAM, KOMPAS.com - Warga Desa Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, mulai kembali berkebun pasca teror harimau yang telah memangsa tiga petani di daerah itu.

Ketua Adat Desa Tebat Benawa, Budiono (57) mengatakan, pasca tewasnya Yudiansah Harianto (40) yang ditemukan dalam kondisi tinggal tulang usai diterkam harimau pada Kamis (5/12/2019) kemarin, warga sempat menghentikan aktivitas berkebun.

Namun, dua hari pasca kejadian itu, warga pun kembali berkebun di hutan masyarakat yang ada di lokasi tersebut.

Menurut Budiono, kejadian tewasnya Yudiansah berlangsung di hutan lindung yang berjarak sekitar sekitar 15 kilometer dari permukiman warga.

Sementara, lokasi kebun milik masyarakat sekitar berada di luar wilayah tersebut.

"Memang sempat ada rasa takut, tapi hanya dua hari. Setelah itu warga berkebun lagi. Warga sudah tahu batasan wilayah mana yang boleh berkebun," kata Budiono, saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Banyak Temuan Jejak Harimau Palsu di Lahat, Dicetak dari Kaus Kaki

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi hutan lindung yang terjadi konflik antara harimau dan manusia berada persis di dekat hutan adat.

Warga sekitar berkebun di luar hutan adat serta hutan lindung.

Namun, untuk Yudiansah sendiri menggarap lahan perkebunan kopi yang berada di dalam kawasan hutan lindung.

"Kalau warga asli sini (Tebat Benawa) dari zaman nenek moyang kami tidak mau menggarap hutan lindung, karena akan merusak habitat yang ada di dalamnya. Namun, sekarang banyak warga pendatang yang membuka lahan di sana, bahkan sampai saat ini sudah ratusan hektar dijadikan kebun kopi," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X