Selain Pabrik Kertas, Pabrik Plastik Juga Cemari Sungai Avur Jombang

Kompas.com - 13/12/2019, 18:05 WIB
Kondisi sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/11/2019). Aliran sungai itu diduga tercemar limbah industri dengan kandungan Klorin dan belerang. KOMPAS.COM/HANDOUTKondisi sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/11/2019). Aliran sungai itu diduga tercemar limbah industri dengan kandungan Klorin dan belerang.

JOMBANG, KOMPAS.com - Pencemaran di Sungai Avur Budug Kesambi di Jombang Jawa Timur, diduga berasal dari dua pabrik yang berada di dekat aliran atas sungai tersebut.

Dugaan kuat itu ditemukan berdasarkan hasil gelar perkara di Kantor Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di Surabaya, pada Senin (9/12/2019) lalu.

Gelar perkara itu diikuti Dirjen Gakkum KLHK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, serta penyidik PNS (PPNS) Balai Gakkum KLHK.

Sebelumnya, pihak-pihak yang terlibat dalam gelar perkara tersebut, telah menerjunkan tim masing-masing untuk melakukan pengecekan ke sungai Avur yang tercemar, serta menyelidiki sumber pencemaran.

Baca juga: Sungai Avur di Jombang Tercemar Kandungan Limbah Klorin dan Belerang

Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jawa, Bali dan NTB/NTT, Muhammad Nur mengatakan, hasil gelar perkara menyepakati adanya 2 pabrik yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran di sungai Avur Budug Kesambi.

Selain pabrik kertas milik PT MAG, pabrik yang berkontribusi terhadap pencemaran sungai Avur Budug Kesambi adalah pabrik plastik. 

Pabrik plastik milik UD MPS itu lokasinya berada di dekat sungai dan tidak jauh dari pabrik kertas milik PT MAG, di wilayah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

"Iya, selain pabrik kertas, kami duga ada kontribusi dari pabrik plastik," ungkap Muhammad Nur, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Pencemaran Sungai Avur, KLHK Selidiki Dua Pabrik Kertas

Kumpulkan bukti pendukung

Dikatakan, untuk menindaklanjuti temuan itu, pihaknya sudah membentuk tim yang bertugas untuk mengumpulkan bukti pendukung atas dugaan pencemaran oleh pabrik plastik milik UD MPS.

"Pada saat ini teman-teman turun mengumpulkan bahan, ambil alat bukti, menggali keterangan saksi. Nanti kami lakukan gelar perkara lagi, kalau sudah ada dua alat bukti yang bisa menyakinkan penyidik, kami tingkatkan lagi status kasusnya ke penyidikan," ujar Muhammad Nur.

Dijelaskan, pihak-pihak yang terbukti melakukan pencemaran sungai Avur Budug Kesambi, terancam sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Regional
Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Regional
Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Regional
Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Regional
Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Regional
BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

Regional
6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

Regional
Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Regional
6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

Regional
Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Regional
4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

Regional
Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Regional
Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X