16 Kecamatan Krisis Air Bersih, BPBD Gunungkidul Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Kompas.com - 04/12/2019, 20:17 WIB
ilustrasi kekeringan
KOMPAS ilustrasi kekeringan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang belum merata turun hingga awal Desember 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Yogyakarta, mengajukan draf darurat kekeringan.

Sebab, sejak beberapa pekan terakhir anggaran sudah habis dan hanya mengandalkan bantuan dari pihak ketiga.

"Ya kalau kita (anggaran) sudah habis to. Sementara ada bantuan pihak ketiga," Kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki Saat dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (4/12/2019). 

"Hari ini ada bantuan dua armada tangki air bersih," ucapnya. 

Baca juga: Produksi PLTA di Bandung Turun 50 Persen karena Kekeringan

Minta warga sabar

Menurut Edy hingga tiga hari ke depan masih ada bantuan air bersih ke warga meski per harinya hanya dua tangki yang disalurkan.

Tentu itu tidak cukup jika diukur dari total warga terdampak kekeringan. Sampai dengan saat ini jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 143.398 jiwa tersebar di 16 kecamatan.

Dengan situasi yang ada tidak mungkin pemerintah bisa melayani permintaan bantuan air bersih. Maka, jika nanti ada yang mengajukan permohonan pihaknya meminta agar bersabar.

"Kalau melayani semua permintaan dropping air tidak mungkin. Kalau mengajukan bantuan kami minta agar sabar menunggu," ucapnya

"Kita melihat kecamatan seperti apa, seperti Tepus kemarin ada bantuan dari pihak ketiga. Kalau permintaan (bantuan air bersih) resmi ke kami belum ada," katanya.

Baca juga: Kekeringan, Warga Kediri Gelar Shalat Istisqo hingga Sedekah Dawet

Hujan belum merata

Melihat situasi hingga kini hujan belum setiap hari turun, dan itu pun tidak merata di setiap kecamatan.

Pihaknya mengajukan draf peningkatan status darurat kekeringan kepada pemerintah.

Namun demikian, dengan posisi sudah diakhir tahun anggaran itupun sedikit menyulitkan.

"Kami juga sudah mengirimkan draf untuk kenaikan status darurat kekeringan. Namun itu tergantung kebijakan pimpinan seperti apa," ucapnya.

Nantinya jika darurat kekeringan diterima, maka pijaknya bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). 

Baca juga: Kekeringan Ekstrem, Kabupaten Sumba Timur 249 Hari Tanpa Hujan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X