Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Kompas.com - 21/11/2019, 07:36 WIB
Ketua BPPI Kemiri, Rifdhal menunjukkan pusara Ananda Putra alias Abu Alfat, di TPU Kemiri, pada Rabu sore (20/11/2019). Ananda, tersangka kasus bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan tewas dalam penyergapan di Hamparan Perak pada Sabtu (16/11/2019). KOMPAS.COM/DEWANTOROKetua BPPI Kemiri, Rifdhal menunjukkan pusara Ananda Putra alias Abu Alfat, di TPU Kemiri, pada Rabu sore (20/11/2019). Ananda, tersangka kasus bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan tewas dalam penyergapan di Hamparan Perak pada Sabtu (16/11/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Potongan daun pandan dan bunga mawar merah tampak belum mengering di sebuah pusara di Tempat Pemakaman Umum Kemiri.

Di tempat tersebut, sebuah nisan kayu bertuliskan sebuah nama Ananda Putra alias Abu Alfat, asal Tanjung Balai. Jenazah itu baru dikebumikan pada Selasa (19/11/2019) sore.

Ditemui di lokasi pemakaman, Ketua Badan Pengelolaan Perkuburan Islam (BPPI) Kemiri, Rifdhal (56) mengatakan, pemakaman Ananda dilakukan dalam waktu singkat.

Dia bercerita, sempat ditelepon oleh seseorang untuk membuat liang untuk pemakaman pada pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Pasca-bom di Mapolrestabes Medan, Polri Tangkap 74 Terduga Teroris

Pemakaman dipercepat

Liang lahat itu selesai dibuat pada pukul 13.30 WIB. Saat itu, cuaca mendung. Selanjutnya, hujan lebat hingga menjelang waktu sholat ashar, yakni sekitar pukul 15.00 WIB. 

"Jadi pas jenazah itu datang jam 15.10 WIB, ambulans pun datang membawa jenazah dan penguburan selesai pukul 15.30 WIB," katanya.

Dijelaskan Rifdhal, jenazah itu dibawa menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Kedatangannya diiringi oleh beberapa mobil lainnya. Mulai dari polisi, camat, lurah dan kepala lingkungan juga hadir. 

Saat pemakaman, masih turun hujan. Akibatnya, pemakamannya dipercepat.

"Mengingat waktu juga. Jenazah kan masuk pas hujan. Kondisi tanah lembab dan airnya harus dikuras dulu, baru jenazah dimasukkan," katanya.

Baca juga: Edy Rahmayadi: Teroris adalah Pemahaman Orang Sakit Jiwa, Bukan Radikal...

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

MPLS Tatap Muka SMA/SMK di Kota Tegal Tidak Dilanjutkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X