Kasus Prostitusi Online di Gresik, Pelaku Tak Dijerat UU ITE

Kompas.com - 19/11/2019, 22:27 WIB
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo (tengah) bersama kedua pelaku, dalam rilis pengungkapan kasus yang digelar di Mapolres Gresik, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo (tengah) bersama kedua pelaku, dalam rilis pengungkapan kasus yang digelar di Mapolres Gresik, Selasa (19/11/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Pasutri BS dan AS, pelaku prostitusi online di Gresik, Jawa Timur, tidak dijerat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Keduanya diamankan pihak kepolisian di tempat tinggal mereka, di Perumahan Menganti, pada Kamis (14/11/2019).

"Sebab mereka ini menggunakan applikasi whatsapp dengan menunjukkan foto-foto pekerja seks itu langsung kepada para calon klien, bukan dipasang di media sosial atau grup-grup yang dapat diakses banyak orang," ujar Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: Kronologi Pengungkapan Kasus Prostitusi Online di Gresik

Atas perbuatan yang dilakukan, BS dan AS dijerat oleh pihak kepolisian Pasal 296 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman 1 tahun 4 bulan hukuman penjara, serta Pasal 506 KUHP tentang mengambil keuntungan dari pelacuran (mucikari) dengan hukuman maksimal 1 tahun penjara.

Kendati demikian, Kusworo menyatakan tidak menutup kemungkinan tersangka akan dijerat pasal tersebut bila ditemukan adanya bukti baru dari hasil pemeriksaan.

"Tidak menutup kemungkinan wanita pekerja seks-nya itu punya lebih dari satu mucikari misalnya, nah itu kita bisa berkembang lagi, dari jaringan," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Pengungkapan Kasus Prostitusi Online di Gresik

Sejauh ini, pihak kepolisian menangkap tiga orang PSK yang sudah menjalin kerjasama dengan BS dan AS sebagai mucikari.

Atas kejadian ini, dia berpesan kepada masyarakat agar memberikan informasi kepada pihak kepolisian bila menemukan adanya kasus serupa seperti itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X