Fakta 3 Warga Negara China yang Hilang di Pulau Sangiang Banten, Keluarga Gelar Sayembara

Kompas.com - 09/11/2019, 10:02 WIB
Basarnas Banten melakukan pencarian tiga warga China yang hilang di Perairan Pulau Sangiang Banten, Senin (3/11/2019). Dok. Basarnas BantenBasarnas Banten melakukan pencarian tiga warga China yang hilang di Perairan Pulau Sangiang Banten, Senin (3/11/2019).

KOMPAS.com - Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian tiga warga negara China yang hilang saat menyelam di Perairan Pulau Sanggiang, Banten, Minggu (3/11/2019).

Ketiganya yakni Tan Xuz Tao, Nam Wang Biangyang dan Tian Yu.

Selain pencarian dilakukan tim gabungan, keluarga juga menggelar sayembara untuk menemukan korban.

Tak tanggung-tanggung, total imbalan yang diberikan dari dua keluarga korban Tain Yu dan Wan Bzang Yang sebesar Rp 1,5 miliar.

Baca fakta selengkapnya:

1. Hilang terseret arus

Ilustrasi THINKSTOCK.COM Ilustrasi

Kepala Sub Seksi Operasional Basarnas Banten Heru Amir mengatakan, tiga korban warga negara china yang hilang tengah menyelam bersama empat rekan wisatawan lainnya.

Mereka melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang bagian timur, menghadap Pantai Anyer.

Namun, ketiganya gagal naik ke permukaan lantaran terseret arus.

"Mereka dibagi dua grup. Grup pertama berhasil, grup kedua terseret arus saat muncul di permukaan," kata Heru saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Menyelam di Pulau Sangiang Banten, Tiga Warga China Hilang Terseret Arus

 

2. Lokasi penyelaman aman

Heru mengatakan, lokasi penyelaman yang dilakukan tiga warga negara China tersebut sebetulnya relatif aman dengan kedalaman laut sekitar 15 hingga 30 meter.

Namun, saat mereka melakukan penyelaman, sambung Heru, arus laut sedang kencang, hingga menyeret tiga korban.

Hingga saat ini, pihak Basarnas tengah melakukan pencarian terhadap ketiga korban.

Titik pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar Pulau Sangiang tempat mereka melakukan penyelaman saja, namun meluas ke perairan Anyer hingga ke perairan dekat Lampung.

Baca juga: Pencarian Korban KM Santika Nusantara Dihentikan, Ini Penjelasan Basarnas

 

3. Pencarian dilakukan ke dasar laut hingga pantaun udara

Heru mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan pencarian tiga warga negara China yang hilang di Pulau Sanggiang, Banten.

Masih dikatakan Heru, pencarian dilakukan ke dasar laut hingga pantauan via udara.

"Di udara dengan helikopter dari polair, Basarnas dan juga heli dari pihak korban, pencarian masih nihil," kata Heru saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Hari Kelima, 3 Warga China yang Hilang di Pulau Sangiang Banten Belum Ditemukan

 

4. Area pencarian diperluas

Dikatakan Heru, untuk mencari tiga warga negara China yang hilang terseret arus, area pencarian pun diperluas.

Area pencarian tidak hanya di sekitar perairan Pulau Sangiang tempat ketiganya menyelam saja, tapi hingga ke Samudera Hindia dan Lampung.

Pencarian juga dilakukan di perairan Ujung Kulon yang memiliki palung dasar laut. Sejumlah penyelam dari tim gabungan diturunkan.

Baca juga: Basarnas Belum Bisa Tentukan MV Nur Allya Dibajak atau Tenggelam

 

5. Keluarga korban gelar sayembara

Keluarga korban tiga Warga Negara China yang hilang di Pulang Sangiang, Banten, berkumpul di Posko Pencarian di Pelabuhan Merak, Jumat (8/11/2019)KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Keluarga korban tiga Warga Negara China yang hilang di Pulang Sangiang, Banten, berkumpul di Posko Pencarian di Pelabuhan Merak, Jumat (8/11/2019)

Selain pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan, keluarga korban juga menggelar sayembara untuk menemukan korban.

Total imbalan yang diberikan sebesar Rp 1,5 miliar dari dua keluarga korban, Tian Yu dan Wan Bzang Yang.

Anggota keluarga Tian Yu, Chelsea mengatakan, sayembara digelar untuk mempercepat proses ditemukannya korban.

Pihak keluarga menjanjikan uang sebesar Rp 750 juta bagi siapa saja yang bisa menemukan Tian Yu.

"Iya betul, supaya korban cepat ditemukan," kata Chelsea Kepada Kompas.com di Posko pencarian korban di Merak, Jumat.

Serupa dengan keluarga Tian Yu, informasi soal sayembara ini juga tersebar di media sosial maupun WhatsApp grup.

Dalam selebaran tersebut, dijelaskan soal hilangnya Nam Wang Biangyang saat menyelam di Pulau Sangiang, lengkap dengan foto diri dan lokasi hilang.

Di bawahnya terdapat informasi bagi yang menemukan akan diganjar hadiah sebesar USD 50.000 (sekitar Rp 750 juta).

Sementara itu, menurut Heru, proses pencarian yang dilakukan melalui sayembara ini tetap harus berkoordinasi dengan tim gabungan untuk menghindari terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Rp 1,5 Miliar Dijanjikan bagi Penemu Warga China yang Hilang di Pulau Sangiang Banten

 

Sumber: KOMPAS.com (Acep Nazmudin, Editor: Abba Gabrillin, David Oliver Purba)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Sambungan Telepon Itu Membuat Hari Muhdin Jadi Kelabu

Regional
KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

KPU Tetapkan Wali Kota Terpilih Makassar Hasil Pilkada 2020

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Soal Siswi Non-Muslim di SMKN 2 Wajib Pakai Jilbab, Ini Tanggapan Mantan Wali Kota Padang

Regional
Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Mengaku Iseng, Seorang Pria Tega Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras

Regional
Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Dua Bulan Lagi Cuti Menikah, Pratu Dedi Gugur Tertembak Saat Kejar KKB ke Hutan

Regional
Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Video Viral Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras Pamannya, Pelaku Ditangkap dan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Lapangan Migas Tua di Mahakam Didorong Terus Berproduksi

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Sang Ayah Ungkap Kenangan Terakhir

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 23 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 23 Januari 2021

Regional
Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Prajurit TNI yang Gugur di Papua Berencana Cuti untuk Menikah

Regional
Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Kenang Pratu Dedi, Sang Ayah: Kehabisan Bensin Saat Antar Tes dan Pernah Tak Lolos

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 23 Januari 2021

Regional
Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Sandiaga Uno Ingin Batam Jadi Gerbang Pariwisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Regional
Gara-gara Ucapan “Tumben Kok Ganteng Kali”, Nyawa Susiato Melayang

Gara-gara Ucapan “Tumben Kok Ganteng Kali”, Nyawa Susiato Melayang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X