Calon Kades di Magetan Gagal Maju Pilkades karena Pernah Dibui 3 Bulan Kasus Perkelahian

Kompas.com - 05/11/2019, 13:01 WIB
Tak lolos dalam pencalonana kepala desa, Ratna Indra Saputra salah satu bakal calon Kepala Desa Karnag Mojo akan membawa kasusnya ke PTUN KOMPAS.COM/SUKOCOTak lolos dalam pencalonana kepala desa, Ratna Indra Saputra salah satu bakal calon Kepala Desa Karnag Mojo akan membawa kasusnya ke PTUN
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ratna Indra Saputra gagal maju di Pilkades Karang Mojo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Namanya dicoret oleh panitia pemilihan kepala desa saat penetapan dan penentuan nomor urut, karena tersangkut hukum pidana penganiayaan yang melanggar Pasal 170 Ayat 1 KUHP.

Pencalonan Ratna Indra Saputra dianggap tidak memenuhi Pasal 23 point H Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2019.

Perbub tersebut menyebutkan bahwa calon kepala desa tidak boleh pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau lebih.

Baca juga: Ini Alasan Panitia Coret Nama Calon Kepala Desa yang Pernah Dipenjara 3 Bulan

Hisyam Abdullah Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Karang Mojo menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan PN Madiun.

Menurutnya kasus Ratna Indra telah ditetapkan pada 14 September 2014 dengan hukuman 5 tahun 6 bulan.

Hisyam mengakui bahwa rentan waktu penetapan nomor urut dengan waktu Ratna Indra Saputra bebas dari penjara telah lewat 5 tahun.

Namun jika dihitung dari penerimaan bakal calon kepala desa yang ditutup pada 9 September 2019, maka waktu bebas Ratna Indra belum genap 5 tahun.

"Setelah saya koordinasi ke PN Madiun, itu ancamannya 5 tahun 6 bulan. Dan memang Beliau ini ditetapkannya 14 September 2014,” kata Hisyam Abdullah.

Baca juga: Calon Kepala Desa di Magetan Tak Terima Namanya Dicoret karena Pernah Dipenjara

 

Lapor ke PTUN

Panitia pemilihan kepala Desa Karang Mojo Kaupaten Magetan mencoret salah satu bakal calon kepala desa karena memiliki catatan pernah dipenjara selama 3 bulan.KOMPAS.COM/SUKOCO Panitia pemilihan kepala Desa Karang Mojo Kaupaten Magetan mencoret salah satu bakal calon kepala desa karena memiliki catatan pernah dipenjara selama 3 bulan.
Ratna Indra Saputra mengaku akan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X