Ini Alasan Panitia Coret Nama Calon Kepala Desa yang Pernah Dipenjara 3 Bulan

Kompas.com - 05/11/2019, 12:25 WIB
Panitia pemilihan kepala Desa Karang Mojo Kaupaten Magetan mencoret salah satu bakal calon kepala desa karena memiliki catatan pernah dipenjara selama 3 bulan. KOMPAS.COM/SUKOCOPanitia pemilihan kepala Desa Karang Mojo Kaupaten Magetan mencoret salah satu bakal calon kepala desa karena memiliki catatan pernah dipenjara selama 3 bulan.

MAGETAN, KOMPAS.com — Panitia pemilihan kepala desa di Desa Karang Mojo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terpaksa mencoret nama Ratna Indra Saputra dari salah satu pendaftar calon kepala desa.

Panitia beralasan, Indra yang pernah dipenjara selama 3 bulan belum memenuhi syarat pendaftaran calon kepala desa.

Adapun sesuai aturan, calon kepala desa yang pernah dipidana harus bebas 5 tahun sebelum pendaftaran.

Baca juga: Calon Kepala Desa di Magetan Tak Terima Namanya Dicoret karena Pernah Dipenjara


Namun, menurut panitia, saat mendaftar sebagai calon kepala desa, Indra belum genap 5 tahun bebas dari penjara.

Menurut panitia, pada tanggal pendaftaran, Indra kurang 9 hari lagi untuk melewati waktu 5 tahun setelah bebas dari penjara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto mengatakan, salah satu alasan pencoretan nama bakal calon atas nama Ratna Indra Saputra karena tidak terpenuhinya Pasal 23 poin H Peraturan Bupati No 34 Tahun 2019.

Pasal tersebut menyebutkan, calon kepala desa tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun atau lebih.

"Belum terpenuhi masa tahanan yang kurang 9 hari,” ujar Eko saat ditemui di ruang kerjanya Senin (4/11/2019).

Eko menambahkan, dalam proses pendaftaran pada 9 Oktober 2019, bakal calon memenuhi semua syarat formal sehingga panitia menerima pendaftaran Ratna Indra Saputra.

Dari hasil penelusuran panitia terkait aduan dari masyarakat, Ratna Indra Saputra ternyata memiliki catatan terkait pernah dipenjara di Kota Madiun.

“Di SKCK tidak ada catatan kalau pernah dihukum, dari pengadilan tidak ada catatan, itu sebabnya panitai menerima. Ternyata, dia ada catatan itu di Madiun karena lokusnya di Madiun,” kata Eko.

Sebelumnya, Ratna Indra Saputra, bakal calon kepala desa di Desa Karang Mojo, mengaku akan menggugat pencoretan namanya ke pengadilan tata usaha negara (PTUN).

Menurut dia, alasan panitia tidak masuk akal terkait dirinya yang sempat dipenjara selama 3 bulan karena kasus perkelahian bukan penganiayaan.

Menurut perhitungannya, masa tahanan selama 5 tahun telah terpenuhi saat penetapan bakal calon kepala desa Karang Mojo hari ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewar DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewar DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X