Perahu dengan Bekas Tembakan, Sejarah Kolonial yang Terkubur di Dasar Sungai Bengawan Solo

Kompas.com - 04/11/2019, 17:07 WIB
Para pekerja sedang menata karung berisi pasir di sekitar lokasi penemuan ketiga perahu, sebelum ketiga perahu diangkat dari dasar Bengawan Solo. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPara pekerja sedang menata karung berisi pasir di sekitar lokasi penemuan ketiga perahu, sebelum ketiga perahu diangkat dari dasar Bengawan Solo.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Awal Oktober 2019. Mohammad Amam, warga Desa Mertani melihat benda yang menyembu dari Sungai Bengawan Solo yang surut karena kemarau.

Ia pun penasaran.

Amam kemudian menyelam dan menemukan tiga perahu di dasar Sungai Bengawan Solo yang masuk wilayah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

Menurutnya perahu tersebut memiliki lancip di bagian depan dan tumpul di bagian belakang seperti setrika.

Baca juga: Perahu Diduga Bekas Peninggalan Belanda Ditemukan di Dasar Bengawan Solo

Panjang perahu tersebut sekitar 4-5 meter dengan lebar 1,5-2 meter.

Saat menyelam, Amam melihat ada bekas tembakan di perahu tersebut. Ia sendiri mengaku belum bisa memastikan bahan pembuatan perahu tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah ditemukan, warga di sini sebenarnya sudah mencoba untuk mengangkatnya ke tepian, tapi tidak berhasil. Berat, enggak kuat, sebab badan perahu banyak yang tertutup lumpur," kata dia.

Ia segera melaporkan temuannya tersebut kepada perangkat desa.

Baca juga: Soal Temuan 3 Perahu Peninggalan Belanda di Dasar Bengawan Solo, Ini Kata Disbudpar Lamongan

 

Diduga dari zaman kolonial

Tiga perahu zaman kolonial Belanda terus diupayakan untuk bisa segera diangkat dari dasar Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH Tiga perahu zaman kolonial Belanda terus diupayakan untuk bisa segera diangkat dari dasar Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.
Selain bekas tembakan yang ditemukan di badan perahu, di lokasi penemuan perahu juga ditumbuhi beberapa pohon besar dan terlihat juga adanya bekas tembakan.

"Kalau menurut orang-orang tua dulu, di lokasi penemuan memang dulunya sempat terjadi tembak-tembakan saat zaman penjajahan Belanda," kata Amam.

Ia juga mengaku menemukan sisa pecahan tembikar yang sudah ia serahkan kepada pihak terkait untuk bahan penelitian.

Tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memastikan bahwa tiga perahu yang karam di dasar Sungai Bengawan Solo adalah Cagar Budaya dari masa kolonial Belanda.

Baca juga: 3 Perahu Zaman Kolonial Belanda Mulai Diangkat dari Dasar Sungai Bengawan Solo

"Kami sudah melihat perahu-perahu tersebut, dan memang memenuhi kriteria sebagai cagar budaya menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010," ujar arkeolog dari BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho saat dihubungi, Jumat (11/10/2019).

Pihak BPCB merekomendasikan pihak terkait mengamankan tiga perahu tersebut sebaagi warisan sejarah.

Menurut Wicaksono, sebagian besar badan perahu telah tertutup lumpur di dasar sungai.

Baca juga: Soal Temuan 3 Perahu Peninggalan Belanda di Dasar Bengawan Solo, Ini Kata Disbudpar Lamongan

 

Diduga perahu penumpang

Tim dari BPCB Jawa Timur saat meninjau lokasi penemuan tiga perahu peninggalan zaman Belanda di aliran Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jumat (11/10/2019). Dok. tim BPCB Jawa Timur Tim dari BPCB Jawa Timur saat meninjau lokasi penemuan tiga perahu peninggalan zaman Belanda di aliran Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jumat (11/10/2019).
Arkeolog dari BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan setelah dilakukan penyelaman tidak ditemukan mesin dan senjata di sekitar lokasi,.

"Hanya badan perahu saja, sebab tidak ditemukan temuan lepas lainnya seperti mesin atau senjata," kata Dwi.

Ia memperkirakan perahu tersebut adalah untuk penumpang dan barang. Perahu tersebut diduga tenggelam atau sengaja ditenggelamkan karena arah orientasi hadap tidak beraturan

"Kesimpulan kami, perahu-perahu itu berbahan baja yang dilengkapi dengan mesin motor penggerak, yang digunakan untuk mengangkat penumpang dan barang, meski kami tidak menemukan adanya mesin di sekitar lokasi," ucap dia.

Baca juga: 3 Perahu di Dasar Bengawan Solo Dipastikan Cagar Budaya Bekas Zaman Belanda

 

Butuh 5 hari untuk angkat perahu

Sejak Jumat (1/11/2019) lalu, upaya untuk dapat mengangkat ketiga perahu yang diduga bekas zaman kolonial Belanda dari dasar Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur, terus berlangsung.

Menurut rencana, jika tidak ada aral melintang, pengangkatan ketiga perahu tersebut diprediksi membutuhkan waktu sekitar lima hari.

"Kalau semua proses dapat berjalan dengan lancar, ketiga perahu bisa diangkat ke permukaan pada Rabu (6/11/2019) lusa," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan Ismunawan saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Baca juga: 3 Perahu di Peninggalan Belanda di Dasar Bengawan Solo Diperkirakan Perahu Penumpang

Tim harus dapat bergerak cepat lantaran musim hujan sudah mulai datang.

Bila pekerjaan tidak sesuai rencana, debit air Bengawan Solo dipastikan akan bertambah tinggi seiring dengan datangnya waktu hujan.

Penelitiannya akan dilakukan setelah ketiga perahu rampung diangkat ke permukaan.

Balai Kepurbakalaan Yogyakarta juga datang ke Lamongan dan ikut meneliti ketiga perahu tersebut.

"Jadi untuk saat ini biar diangkat ke permukaan dulu. Baru nanti kalau sudah di permukaan, akan kita teliti lebih lanjut secara bersama-sama," ucap dia.

Baca juga: BPCB Sarankan 3 Perahu Peninggalan Belanda Segera Diangkat dari Dasar Bengawan Solo

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamzah Arfah | Editor: Abba Gabrillin, Aprillia Ika, Farid Assifa)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.