NEWS
Salin Artikel

Perahu dengan Bekas Tembakan, Sejarah Kolonial yang Terkubur di Dasar Sungai Bengawan Solo

Ia pun penasaran.

Amam kemudian menyelam dan menemukan tiga perahu di dasar Sungai Bengawan Solo yang masuk wilayah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

Menurutnya perahu tersebut memiliki lancip di bagian depan dan tumpul di bagian belakang seperti setrika.

Panjang perahu tersebut sekitar 4-5 meter dengan lebar 1,5-2 meter.

Saat menyelam, Amam melihat ada bekas tembakan di perahu tersebut. Ia sendiri mengaku belum bisa memastikan bahan pembuatan perahu tersebut.

"Setelah ditemukan, warga di sini sebenarnya sudah mencoba untuk mengangkatnya ke tepian, tapi tidak berhasil. Berat, enggak kuat, sebab badan perahu banyak yang tertutup lumpur," kata dia.

Ia segera melaporkan temuannya tersebut kepada perangkat desa.

"Kalau menurut orang-orang tua dulu, di lokasi penemuan memang dulunya sempat terjadi tembak-tembakan saat zaman penjajahan Belanda," kata Amam.

Ia juga mengaku menemukan sisa pecahan tembikar yang sudah ia serahkan kepada pihak terkait untuk bahan penelitian.

Tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memastikan bahwa tiga perahu yang karam di dasar Sungai Bengawan Solo adalah Cagar Budaya dari masa kolonial Belanda.

"Kami sudah melihat perahu-perahu tersebut, dan memang memenuhi kriteria sebagai cagar budaya menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010," ujar arkeolog dari BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho saat dihubungi, Jumat (11/10/2019).

Pihak BPCB merekomendasikan pihak terkait mengamankan tiga perahu tersebut sebaagi warisan sejarah.

Menurut Wicaksono, sebagian besar badan perahu telah tertutup lumpur di dasar sungai.

"Hanya badan perahu saja, sebab tidak ditemukan temuan lepas lainnya seperti mesin atau senjata," kata Dwi.

Ia memperkirakan perahu tersebut adalah untuk penumpang dan barang. Perahu tersebut diduga tenggelam atau sengaja ditenggelamkan karena arah orientasi hadap tidak beraturan

"Kesimpulan kami, perahu-perahu itu berbahan baja yang dilengkapi dengan mesin motor penggerak, yang digunakan untuk mengangkat penumpang dan barang, meski kami tidak menemukan adanya mesin di sekitar lokasi," ucap dia.

Butuh 5 hari untuk angkat perahu

Sejak Jumat (1/11/2019) lalu, upaya untuk dapat mengangkat ketiga perahu yang diduga bekas zaman kolonial Belanda dari dasar Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur, terus berlangsung.

Menurut rencana, jika tidak ada aral melintang, pengangkatan ketiga perahu tersebut diprediksi membutuhkan waktu sekitar lima hari.

"Kalau semua proses dapat berjalan dengan lancar, ketiga perahu bisa diangkat ke permukaan pada Rabu (6/11/2019) lusa," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan Ismunawan saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Tim harus dapat bergerak cepat lantaran musim hujan sudah mulai datang.

Bila pekerjaan tidak sesuai rencana, debit air Bengawan Solo dipastikan akan bertambah tinggi seiring dengan datangnya waktu hujan.

Penelitiannya akan dilakukan setelah ketiga perahu rampung diangkat ke permukaan.

Balai Kepurbakalaan Yogyakarta juga datang ke Lamongan dan ikut meneliti ketiga perahu tersebut.

"Jadi untuk saat ini biar diangkat ke permukaan dulu. Baru nanti kalau sudah di permukaan, akan kita teliti lebih lanjut secara bersama-sama," ucap dia.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Hamzah Arfah | Editor: Abba Gabrillin, Aprillia Ika, Farid Assifa)

https://regional.kompas.com/read/2019/11/04/17070061/perahu-dengan-bekas-tembakan-sejarah-kolonial-yang-terkubur-di-dasar-sungai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.