Cerita Wagub Uu Dibully dan Ditertawakan saat SMP karena Orangtua Guru Ngaji

Kompas.com - 23/10/2019, 12:16 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar Prof HM Najib saat berbincang mengenai santri di Bandung, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar Prof HM Najib saat berbincang mengenai santri di Bandung, Rabu (23/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menceritakan kisahnya dibully oleh guru dan teman-temannya saat duduk di bangku SMP.

Uu yang berasal dari keluarga santri masuk SMP selepas lulus dari MI (madrasah ibtidaiyah).

Saat itu, di berkas pendaftaran, Uu menuliskan guru ngaji untuk pekerjaan orangtua.

“Pas lihat tulisan guru ngaji ditertawakan. Apakah guru ngaji ada duitnya,” ujar Uu saat menjadi pembicara di Bincang Publik “Santri dan Stigma Radikalisasi” di Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bully juga datang dari teman-teman Uu di sekolah. Ia sempat diolok-olok karena menjadi santri.

“Saat di sekolah (saya) dihina. Santri...santri...dan lainnya,” ucap Uu.

Padahal sejarah membuktikan, pada masa kemerdekaan, santri bekerjasama dengan TNI dan Polri melawan penjajah. Santri rela berkorban demi negeri tercinta.

Bahkan, hanya kata Allahu Akbar mampu meningkatkan semangat jihad para santri. Bung Tomo pun merasakah hal yang sama.

“Kata Bung Tomo, kalau tidak dengan kata Allahu Akbar, bagaimana lagi saya meningkatkan semangat,” ucap Panglima Santri Jabar ini.

Setelah kemerdekaan, santri menjadi bagian tujuan Indonesia merdeka yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebab tak ada satu pun kitab yang mengajarkan radikalisme. Stigma radikalisme diberikan bangsa barat untuk melemahkan muslim.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X