Masyarakat Masih Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 17/10/2019, 22:46 WIB
Kabid Perlindungan Anak, Penyandang Disabilitas dan Psycososial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indrawati di Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKabid Perlindungan Anak, Penyandang Disabilitas dan Psycososial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indrawati di Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas masih kurang. Mereka menganggap disabilitas adalah kelompok berbeda, sehingga memperlakukannya pun cenderung diskriminatif.

"Masih banyak masyarakat yang menomorduakan disabilitas. Padahal, disabilitas itu sebetulnya sama dengan kita. Hanya saja kita harus care dengan kebutuhan mereka," kata Kabid Perlindungan Anak, Penyandang Disabilitas dan Psycososial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indrawati ditemui dalam Sosialisasi Pelaksanaan Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas melalui Pemberdayaan Masyarakat di Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019).

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan bahwa masyarakat lebih memahami terhadap kebutuhan disabilitas.

Baca juga: Kisah Penyandang Disabilitas Berbagi Kaki Palsu Gratis, Dibuat dari Besi Rambu Lalu Lintas

Baik kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) maupun hak-hak lain yang memang dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas.

"Seperti contoh ada disabilitas tunanetra. Dia sama seperti kita, cuma tidak bisa melihat. Dia perlu pendidikan, namun ada yang membantu untuk kebutuhan dia," terangnya.

Menurutnya, kebutuhan bagi penyandang tunanetra itu adalah keberadaan fasilitas berupa jalur ramah disabilitas atau biasa disebut dengan guiding block di trotoar.

Keberadaan guiding block tersebut bertujuan untuk mempermudah akses bagi tunanetra ketika berjalan di trotoar atau jalan.

Selama ini, jelas Indrawati pemerintah pusat sudah mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan sarana dan prasarana disabilitas, seperti fasilitas jalur ramah disabilitas.

"Cuma kita kurang bersosialisasi tentang hal itu," tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X