"Water Bombing" dan Hujan Buatan Tak Efektif, Ini Cara Baru BNPB Padamkan Karhutla

Kompas.com - 11/10/2019, 14:40 WIB
Kabut asap karhutla yang sangat pekat di lingkungan sekolah Yayasan As Shofa di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/10/2019) pagi. IstimewaKabut asap karhutla yang sangat pekat di lingkungan sekolah Yayasan As Shofa di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/10/2019) pagi.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sulitnya memadamkan karhutla membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan rencana baru.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, upaya konvensional yang dilakukan selama ini seperti water bombing dan hujan buatan tidak efektif. Hanya sampai pada permukaan lahan yang terbakar.

Untuk itu diperlukan rencana baru BNPB yang meliputi penyusunan standar operating procedure (SOP) serta mendorong kolaborasi yang lebih maksimal dengan berbagai pihak.

BNPB mendorong pembuatan sekat kanal di lahan yang rentan terbakar.

Sekat ini diharapkan bisa menampung sekaligus menahan debit air dalam waktu lebih lama.

"Tak kalah penting adalah penghijauan. Kita jaga alam, alam jaga kita. Kami dorong penanaman pohon yang nantinya bisa menghasilkan buah dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Misalnya sukun dan sagu. Ada manfaat ekonominya setelah besar," ucap Doni usai menghadiri Pameran Pengurangan Risiko Bencana (PPRB) 2019 di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Demi Padamkam Karhutla, Anggota Satpol PP Masuk ke Kanal Berlumpur Mencari Air

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Doni menuturkan, lahan gambut yang terbakar sulit dipadamkan karena area cakupannya luas dan dalam.

Bahkan di beberapa daerah, kedalaman gambut yang terbakar mencapai tujuh meter.

Gambut, kata Doni merupakan batu bara yang masih muda. Jika sudah terbakar sampai ke lapisan bawah akan sulit dipadamkan.

Bencana karhutla tahun ini diperparah dengan kondisi cuaca panas dan kemarau yang berlangsung lebih lama.

Baca juga: Karhutla di Kaltim Musnahkan 1.000 Hektar Habitat Anggrek Hitam

Merujuk pada data BMKG, cuaca panas selama Juli 2019 lebih buruk dalam rentang 100 tahun terakhir.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.