Kompas.com - 11/10/2019, 13:26 WIB
Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan, saat meninjau lokasi penemuan perahu diduga peninggalan Belanda di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur. KOMPAS.com/HAMZAH ARFAHPerwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan, saat meninjau lokasi penemuan perahu diduga peninggalan Belanda di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Setelah melakukan tinjauan dan penyelaman, tim dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur akhirnya berhasil mengidentifikasi tiga perahu yang karam di dasar Bengawan Solo, yang ditemukan warga di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur.

Menurut analisa dari tim BPCB Jawa Timur, ketiga perahu itu memiliki bentuk dan ukuran hampir sama, dengan terbuat dari bahan baja.

Sehingga, kuat dugaan jika perahu-perahu itu merupakan bekas peninggalan zaman kolonial Belanda.

Baca juga: 3 Perahu di Dasar Bengawan Solo Dipastikan Cagar Budaya Bekas Zaman Belanda

"Ada tiga buah perahu yang terbuat dari bahan baja, dengan ketiganya memiliki bentuk yang sama. Secara keseluruhan berbentuk segitiga, dengan bagian buritan berbentuk persegi dan bagian depan diperkirakan meruncing," ujar arkeolog dari BPCB Jawa Timur (Jatim), Wicaksono Dwi Nugroho, saat dihubungi, Jumat (11/10/2019).

Wicaksono yang ikut terjun langsung bersama tim dari BPCB saat melakukan tinjauan, Kamis (10/10/2019) kemarin, lantas memprediksi ukuran perahu-perahu yang karam di dasar Bengawan Solo tersebut.

"Untuk lebar buritan berukuran 1,5 meter, dengan panjang perahu diperkirakan mencapai 5 meter dan tingginya sekitar 78 sentimeter," ujar dia.

Saat ini, perahu-perahu tersebut masih terbenam di dasar Bengawan Solo, dengan sebagian besar bagian perahu masih tertutup lumpur.

Baca juga: BPCB Jatim Tinjau Lokasi Penemuan 3 Perahu Diduga Peninggalan Kolonial Belanda

 

Karena itu, BPCB berharap perahu dapat diangkat ke permukaan sehingga bisa dilakukan penelitian dan kajian lebih lanjut.

"Ketiga perahu itu terbenam di dalam lumpur, dengan orientasi hadap tidak beraturan," kata dia.

BPCB sebelumnya juga sudah menyatakan, ketiga perahu yang karam di dasar Bengawan Solo ini memenuhi kriteria sebagai cagar budaya, menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X