Mari Bantu Rosma, Bocah Lumpuh yang Ditelantarkan Ibu Kandung

Kompas.com - 07/10/2019, 11:23 WIB
Mbah Rani (75) merawat cucunya, Rosma (10) yang menderita lumpuh di rumahnya di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (5/10/2019) siang. KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOMbah Rani (75) merawat cucunya, Rosma (10) yang menderita lumpuh di rumahnya di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (5/10/2019) siang.

KOMPAS.com - Suara tangisan anak kecil yang menyayat hati kerap terdengar kala warga melintasi rumah kecil berukuran 7x7 meter di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Itu adalah suara tangisan Rosma, anak perempuan berusia 10 tahun penderita lumpuh. Rosma tercatat mengalami kelainan sejak lahir. Tubuhnya kaku dan tak bisa bergerak.

KOMPAS.com menggalang dana untuk membantu adik Rosma. Sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu sesama, klik di sini untuk donasi melalui Kitabisa.com.

Bahkan, Rosma yang seharusnya sudah duduk di bangku kelas IV SD itu pertumbuhan fisiknya sangat lambat.

Panjang tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki hanya seukuran lima jengkal orang dewasa.

Baca juga: Derita Rosma, Bocah Penderita Lumpuh yang Ditelantarkan Ibu Kandung

Sekujur tubuhnya pun kurus kering kerontang. Ia tak seberuntung bocah sebayanya yang bisa berbicara, bermain, dan belajar.

Setiap hari, gadis mungil itu hanya bisa terbaring lemas di atas kasur. Tatapannya nampak kosong melihat bagian atap rumah tak berplafon itu.

Sesekali, Rosma pun merengek kencang, tak jelas apakah itu yang diinginkannya.
Entah karena kesakitan dengan penyakit yang bersarang di tubuhnya ataukah ada penyebab lain.

Nenek Rosma, Mbah Rani (75), pun hingga saat ini tak paham.

Terkadang, tangis Rosma berhenti ketika neneknya itu menggendongnya untuk beberapa saat.

Selama ini, Mbah Rani tinggal sebatang kara merawat Rosma di kediamannya yang jauh dari kesan mewah itu.

Konstruksi bangunan rumah Mbah Rani sudah reot atau aus dimakan usia.
Dindingnya hanya berupa anyaman bambu yang telah rapuh dan berlubang di mana-mana.

Pun demikian dengan beberapa kayu penyangga rumah yang sudah keropos.
Rumah Mbah Rani tidak berlantai keramik, tapi tanah liat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X