Kompas.com - 05/10/2019, 19:36 WIB
Mbah Rani (75) merawat cucunya, Rosma (10) yang menderita lumpuh di rumahnya di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (5/10/2019) siang. KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOMbah Rani (75) merawat cucunya, Rosma (10) yang menderita lumpuh di rumahnya di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (5/10/2019) siang.

GROBOGAN, KOMPAS.com - Dari dalam rumah kecil nan usang berukuran 7x7 meter itu warga sudah terbiasa mendengar suara tangisan bocah yang begitu menyayat hati. 

Ya, rintihan Rosma, anak perempuan berusia sepuluh tahun penderita lumpuh itu sering kali pecah saat melintasi tempat tinggalnya di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Rosma tercatat mengalami kelainan sejak lahir. Tubuhnya kaku dan tak bisa bergerak.

UPDATE: Kompas.com membuka donasi untuk adik Rosma. Mari sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu meringankan beban Nenek dalam merawat Rosma yang lumpuh, klik di sini untuk donasi.

Bahkan, Rosma yang seharusnya sudah duduk di bangku kelas 4 SD itu pertumbuhan fisiknya sangat lambat.

Panjang tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki hanya seukuran lima jengkal orang dewasa.

Baca juga: Bayi Sapi Berkepala Dua Gemparkan Masyarakat Grobogan

 

Sekujur tubuhnya pun kurus kering kerontang. Tak seberuntung bocah sebayanya yang bisa berbicara, bermain dan belajar. 

Setiap hari, gadis mungil itu hanya bisa terbaring lemas di atas kasur. Tatapannya nampak kosong menatap bagian atap rumah tak berplafon itu. 

Sesekali, Rosma pun merengek kencang, tak jelas apakah itu yang diinginkannya. Entah karena kesakitan dengan penyakit yang bersarang di tubuhnya ataukah ada penyebab lain, neneknya pun hingga saat ini tak paham.

Terkadang, tangis Rosma berhenti ketika neneknya itu menggendongnya untuk beberapa saat.

"Sayang tubuh renta ini sudah tak kuat berlama-lama menggendong Rosma. Suami saya sudah lama meninggal sejak saya muda," tutur Mbah Rani (75), nenek Rosma, saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Sabtu (5/10/2019) siang.

Selama ini, Mbah Rani tinggal sebatang kara merawat Rosma di kediamannya yang jauh dari kesan mewah itu.

Konstruksi bangunan rumah Mbah Rani sudah reot atau aus dimakan usia. Dindingnya hanya berupa anyaman bambu yang telah rapuh dan berlubang dimana-mana.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X