DPR Aceh Sepakati Hukum Cambuk 100 Kali untuk Pemburu Satwa Liar

Kompas.com - 30/09/2019, 16:26 WIB
Pembahasan qanun DPR Aceh yang berlangsung sampai larut malam pada Jumat (27/09). HidayatullahPembahasan qanun DPR Aceh yang berlangsung sampai larut malam pada Jumat (27/09).
Editor Rachmawati

Tembak di tempat menyalahi hukum

"Saya rasa ini sudah sangat baik, qanun ini bagian dari dukungan terhadap undang-undang nomor 5 tahun 1990 Konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem, Aceh dengan kekhususannya sudah baik karena mengatur ini," jelas Dede Suhendra.

Tetapi pengajar hukum pidana Universitas Syiah Kuala, Dahlan Ali, mengatakan pembahasan soal senjata perlu dilakukan perundingan secara nasional.

"Ini hanya qanun, jadi kalau membahas soal satwa dan persenjataan baiknya itu dibahas secara nasional dalam undang-undang karena tidak akan ada perbedaan antara satwa dari Aceh atau daerah lain," kata Dahlan Ali.

Baca juga: Cerita Lengkap Hoaks Perampokan BRI Aceh yang Jadi Viral

"Polisi saja dilarang melakukan tembak ditempat untuk pelaku kejahatan besar, kecuali untuk melumpuhkan tersangka, nah masa ini karena memburu satwa kemudian manusia yang ditembak di tempat," jelas Dahlan Ali.

Pengesahan qanun pengelolaan satwa liar ini menurut Dahlan, justru terkesan tergesa-gesa karena DPR Aceh sudah akan mengakhiri masa jabatan, sehingga banyak pasal yang kurang relevan.

Salah satu kasus yang menimbulkan kemarahan publik terkait satwa liar adalah tewasnya Bunta, gajah jinak di daerah konservasi di Desa Bunin, Lokop, Aceh, pada Juni 2018.

Baca juga: Hoaks, Perampokan Bank BRI Aceh Timur yang Viral di Medsos

Foto Bunta saat itu viral dan pegiat lingkungan, mengatakan foto itu memperlihatkan fenomena pemburu yang kini menyasar gajah jinak untuk diburu gadingnya daripada gajah liar.

Bunta ditemukan mati dengan gading terpotong dan gajah itu diduga diracun oleh pemburu. Gajah jinak ini banyak membantu BKSDA Aceh menggiring gajah liar yang berkonflik di berbagai tempat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X