6 Fakta Pelajar Ikut Demo Mahasiswa, Teriak Revolusi Tak Tahu Arti hingga 2 Siswa SD Ditangkap

Kompas.com - 27/09/2019, 18:05 WIB
Salah satu siswa yang diamankan petugas saat aksi di depan gedung DPRD Sumut, Jumat sore (27/9/2019). Mereka menggunakan cara khusus untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Mereka berpura-pura menjumpai seseorang di warung dan seolah-olah anak dari seorang pria paruh baya. KOMPAS.COM/DEWANTOROSalah satu siswa yang diamankan petugas saat aksi di depan gedung DPRD Sumut, Jumat sore (27/9/2019). Mereka menggunakan cara khusus untuk bersembunyi dari kejaran polisi. Mereka berpura-pura menjumpai seseorang di warung dan seolah-olah anak dari seorang pria paruh baya.

KOMPAS.com - Keterlibatan pelajar dalam aksi mahasiswa di sejumlah daerah mengundang keprihatinan sejumlah pihak. 

Pasalnya, dari hasil pemeriksaan puluhan siswa SMP dan SMA yang diamankan petugas kepolisian saat berada di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (27/9/2019) siang, polisi menyita obeng, shock sepeda motor dan bom molotov.

Selain itu, para pelajar tingkat SMA sederajat di Garut mengaku ikut turun ke jalan karena menerima undangan lewat media sosial.

Kondisi di atas membuat KPAI mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bersikap tegas melarang pelajar ikut aksi mahasiswa.

Berikut ini fakta di balik pelajar ikut demo:

1. Dua pelajar di Surabaya diamankan

Mahasiswa berdatangan di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya, Kamis (26/9/2019).KOMPAS.com/A FAIZAL Mahasiswa berdatangan di depan Gedung DPRD Jatim di Jalan Indrapura Surabaya, Kamis (26/9/2019).

Saat terjadi bentrokan antara massa aksi dengan aparat kepolisian di depan gedun DPRD Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur Irjel Pol Luki Hermawan mengatakan, ada kapak yang dilempari ke arah gedung DPRD.

Polisi pun akhirnya mengamankan 4 orang, dua diantaranya adalah pelajar SMK. Keduanya saat ini masih diperiksa oleh di Mapolrestabes Surabaya.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (26/9/2019), ribuan mahasiswa, pelajar, dan aktifis buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Jatim, Kamis siang. Aksi mahasiswa di Surabaya mengusung 10 tuntutan.

Baca juga: 4 Orang Diamankan karena Kasus Vandalisme Jelang Aksi Massa di Surabaya

2. Obeng dan senjata tajam disita polisi

Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Firdaus menunjukkan bom molotov dari para siswa yang diamankan di depan gedung DPRD Sumut, Jumat siang (27/9/2019). Selain bom molotov, petugas juga mengamankan obeng dan sok sepeda motor yang dibawa oleh siswa.KOMPAS.COM/DEWANTORO Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Firdaus menunjukkan bom molotov dari para siswa yang diamankan di depan gedung DPRD Sumut, Jumat siang (27/9/2019). Selain bom molotov, petugas juga mengamankan obeng dan sok sepeda motor yang dibawa oleh siswa.
Saat memeriksa puluhan siswa SMP dan SMA di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (27/9/2019) siang, polisi menyita obeng, shock sepeda motor dan bom molotov.

Para siswa itu mengaku berangkat ke gedung dewan karena ikut-ikutan teman mereka untuk beraksi di depan gedung dewan.

Sementara itu, ditemukannya barang-barang tidak wajar itu setelah petugas menggeledah tas mereka satu persatu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X