Gubernur Kalbar: Oknum Dinas Lindungi Korporasi yang Lahannya Terbakar

Kompas.com - 18/09/2019, 16:06 WIB
Akibat kabut asap semakin pekat di hampir seluruh wilayah, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengeluarkan surat edaran tentang libur sekolah dari Kamis sampai Sabtu (12-14/9/2019). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAAkibat kabut asap semakin pekat di hampir seluruh wilayah, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengeluarkan surat edaran tentang libur sekolah dari Kamis sampai Sabtu (12-14/9/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Terhambatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tak terlepas dari masih lemahnya komunikasi dan koordinasi antar pejabat dan instansi terkait di daerah.

Bahkan, menurut Gubernur Kalbar Sutarmidji, ada oknum-oknum pejabat dinas di kabupaten yang terkesan melindungi korporasi yang lahannya telah terbakar.

"Ada oknum dinas di kabupaten, yang takut atau melindungi perusahaan yang lahannya terbakar," kata Sutarmidji, Rabu (18/9/2019).

Baca juga: Jokowi Pakai Toyota Land Cruiser Saat Tinjau Kebakaran Hutan di Riau, Sewa Rp 8 Juta Per Hari

Sutarmidji mencontohkan, ketika aparat kepolisian ingin meninjau titik kebakaran, dinas banyak memberikan alasan, misalnya saja jarak tempuh yang jauh sehingga menyulitkan untuk ke lokasi.

"Saat akan ditinjau Kapolda, mereka bilang ini lah, itu lah, jauh lah. Padahal 15 menit sampai. Sekali ditindak, baru terbuka semuanya," ucapnya.

Maka dari itu, Midji setuju jika Kapolda Kalbar melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum dinas tersebut.

"Maka saya minta ini berakhir. Benahi dari hulu. Dari pemberi izin lahan konsesi," ujarnya.

Baca juga: Cegah Api Menyebar, Pemerintah Bikin Sekat di Lokasi Kebakaran Gambut

Midji menegaskan, dia tidak pandang bulu terhadap pelaku karhutla. Namun demikian, untuk penyelesaian masalah karhutla ini harus dilakukan secara komprehensif. Dan penyelesaiannya berada di tingkat pusat.

Menurut dia, ke depan harus ada sinergi, Badan Restorasi Gambut, BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hatus duduk satu meja menyelesaikan masalah ini.

"Jangan ketika sudah ditegur Presiden baru kalang kabut," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X