2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Kompas.com - 18/09/2019, 05:38 WIB
Petugas TNI dan warga memadamkan api karhutla yang mendekati rumah warga di Desa Rimbi Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019) KOMPAS.COM/IDONPetugas TNI dan warga memadamkan api karhutla yang mendekati rumah warga di Desa Rimbi Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9/2019)

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dua ekor beruang ditemukan mati terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kedua beruang tersebut ditemukan sudah gosong.

Hal itu disebutkan Riswanto, selaku Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (17/9/2019) malam.

"Ada dua ekor beruang ditemukan mati terbakar akibat karhutla. Yang menemukan masyarakat, kemudian dilaporkan ke tim kita yang ada di lokasi pemadaman," sebut Riswanto.

Dikatakan dia, tim BPBD Inhil awalnya memadamkan titik api karhutla yang terjadi di Desa Bayas.

Baca juga: Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Kebakaran terjadi di hutan dan perkebunan nenas milik masyarakat setempat. Kebakaran saat itu masih terus meluas.

"Tim kita masuk ke lokasi pada hari, Rabu (11/9/2019). Sampai di lokasi langsung melakukan pemadaman titik api," kata Riswanto.

Kemudian saat pemadaman pada hari, Jumat (13/9/2019), lanjut dia, petugas mendapat informasi dari warga setempat ada dua ekor beruang mati terbakar di kebun nanas yang sudah terbakar.

Selanjutnya, tim datang ke lokasi untuk melihat temuan beruang terbakar tersebut.

"Sampai di lokasi tim tidak menemukan beruang yang mati terbakar itu, karena sudah dibuang orang (bangkainya)," sebut Riswanto.

Selain dua ekor beruang, dia juga menemukan ular yang mati terbakar akibat karhutla.

Namun, tidak diketahui jenis ular yang mati tersebut, karena sudah hangus terbakar.

"Beberapa hari lalu kita menemukan seekor ular yang sudah mati terbakar. Ukuran ular cukup besar," sebutnya.

Sementara itu, Riswanto mengatakan, titik api karhutla di Desa Bayas sudah berhasil dipadamkan.

Namun, tim BPBD Inhil belum bisa beristirahat, karena ada lagi kebakaran yang lebih besar untuk dipadamkan.

"Sekarang (karhutla) di Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil," sebut Riswanto.

 

Baca juga: Ini Alasan Pemprov Riau Tak Butuh 65 Orang Satgas Bantuan dari Anies Baswedan

Menurutnya, luas lahan yang terbakar saat saat ini sudah tak bisa diperkirakan. Api dengan cepat menjalar, karena cuaca panas dan angin kencang.

Meski begitu, tim BPBD Inhil akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemadaman.

"Kalau kebakaran sangat luas. Kita tidak bisa memastikan lagi berapa luasnya. Udah satu hamparan. Kita hanya bisa membatasi penjalaran api. Tapi kalau memadamkan (di tengah) kita gak bisa, karena kebakaran gambut susah dipadamkan," akui Riswanto.

Untuk memadamkan api di hutan, ditambahkan dia, tim BPBD Inhil selalu waspada. Salah satunya, mewaspadai terhadap serangan hewan buas.

"Kami harus selalu waspada. Karena setiap hutan kan ada penghuninya," kata Riswanto.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Riau.

Kebakaran itu mengakibatkan kabut asap. Kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya yang sudah berdampak pada kesehatan masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

Regional
1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

Regional
Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Regional
Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Regional
Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Regional
Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Regional
Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Regional
Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Regional
Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Regional
Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Regional
Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Regional
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Regional
4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X