Ingin Beli Lahan Sekolah yang Bersengketa, Ratusan Siswa SD Minta Sumbangan di Jalan

Kompas.com - 23/08/2019, 18:07 WIB
Ratusan siswa SDN 62 Kota Bengkulu menggalang dana untuk membeli lahan sekolah yang masih bersengketa KOMPAS.COM/FIRMANSYAHRatusan siswa SDN 62 Kota Bengkulu menggalang dana untuk membeli lahan sekolah yang masih bersengketa

BENGKULU, KOMPAS.com - Ratusan siswa SD Negeri 62 Kota Bengkulu, Jumat (23/8/2019) menggelar aksi meminta sumbangan di sejumlah ruas jalan di daerah itu.

Uang hasil sumbangan itu akan disumbangkan pada Pemerintah Kota Bengkulu untuk membayar lahan sekolah mereka yang saat ini sedang bersengketa.

Rafael Juliano, murid kelas VI SDN 62 Bengkulu membawa kardus bertuliskan "Sumbangan Sukarela untuk membeli tanah SDN 62 Kota Bengkulu".

Para siswa meminta-minta pada pengendara mobil dan motor yang melintas. Di bawah terik matahari para siswa tersebut bersemangat meminta sumbangan. Tidak sedikit para pengguna jalan memberikan sumbangan.

"Kami hanya butuh tempat sekolah yang nyaman dan tenang, jangan korbankan kami," sebut Rafael.

Baca juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Motivator yang Cabuli Siswa SD

Sementara itu sejumlah siswa lain tampak berorasi mengimbau pengguna jalan untuk memberikan uang secara sukarela. Aksi pengalangan dana juga diikuti oleh orangtua siswa.

Decha salah seorang siswi dalam orasinya menyampaikan harapan agar bisa kembali ke sekolah.

"Kami ingin kembali ke sekolah, kalau mau ujian mau di sekolah bukan di jalan. Pak Wali Kota bayarlah sekolah kami," ujar Decha.

Sengketa lahan SDN 62 telah berlangsung cukup lama. Ahli waris pemilik lahan meminta Pemkot Bengkulu membayar tanah yang telah didirikan bangunan sekolah.

Proses pembayaran tak kunjung dilakukan karena beberapa pertimbangan.

Puncaknya ahli waris melakukan penyegelan sekolah yang mengakibatkan ratusan siswa tidak dapat melakukan proses belajar.

Kuasa hukum para ahli waris, Jecky Haryanto mengatakan, persoalan kepemilikan lahan ini memang sudah bergulir ke ranah hukum sejak 2014.

Pemerintah Kota Bengkulu sempat melayangkan gugatan secara perdata kepada Pengadilan Negeri Kota Bengkulu. Para ahli waris saat itu memenangkan perkara dengan upaya hukum gugatan pembanding.

Keputusan banding di Pengadilan Tinggi Bengkulu hingga Kasasi Mahkamah Agung juga dimenangkan pihak ahli waris dengan menguatkan putusan Pengadilan Tingkat Pertama.

Pemerintah Kota Bengkulu bahkan pernah meminta angka ganti rugi lahan, dan diajukan angka sebesar Rp 6 miliar saat itu.

"Ketika diajukan angka itu, mereka keberatan dan sepakat dibentuk tim auditor independen," jelas Jecky.

Hasil audit tim independen ini dengan mengacu berbagai pertimbangan, pada bulan Desember 2018 diputuskan harga ganti rugi lahan sebesar Rp 3,5 miliar.

Pemerintah Kota Bengkulu berjanji akan membayar dengan mencicil, dan dianggarkan dalam APBD tahun 2019 sebesar Rp 1 miliar untuk tahap awal.

Menurut Jecky, saat akan diproses secara administrasi, Pemkot Bengkulu meminta untuk diserahkan sertifikat lahan tersebut dengan alasan untuk kelengkapan administrasi.

Mereka menolak, sebab tidak ada jaminan jika sertifikat diserahkan, maka uang akan mereka terima dengan baik.

Baca juga: Pecahkan Rekor Muri, 3.210 Siswa SD Makan Es Krim dari Ubi Jalar

Pemerintah Kota Bengkulu melalui dinas pendidikan dan kebudayaan memindahkan siswa ke sekolah sementara di SDN 51 dan SDN 59 berjarak sekitar 2 kilometer dari SDN 62.

Siswa SDN 62 belajar siang hari pukul 13.00 WIB.

Murid lalu disediakan kendaraan bus sekolah untuk mengantarkan mereka dari SDN 62 ke sekolah sementara tersebut. Tetapi dalam tiga hari ke belakang, bus tersebut tidak lagi melayani mereka dengan beragam alasan.

Iskandar (50) salah seorang wali murid mengatakan, informasi yang mereka terima, bakal ada pungutan untuk membiayai operasional bus sekolah tersebut. Mereka keberatan

dan meminta anak mereka dikembalikan saja ke lokasi sekolah yang lama.

"Selesaikan saja masalah ini, jangan mental anak-anak kami dikorbankan," ujar Iskandar.

Mengirimkan surat ke Presiden

Selain meminta sumbangan, di jalanan, para siswa juga menuliskan surat dan melukis. Lukisan dan surat itu ditujukan pada Presiden Joko Widodo agar turun tangan membantu.

Mereka berharap presiden ikut menyelesaikan polemik lahan sekolah yang berkepanjangan tersebut. Surat-surat siswa yang ditulis tangan itu diunggah melalui media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.