Enam Hari Usai Gempa Halmahera, Aktifitas Sekolah Belum Normal

Kompas.com - 20/07/2019, 19:45 WIB
Anak-anak korban gempa bumi di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (20/07/2019)YAMIN ABDUL HASAN Anak-anak korban gempa bumi di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (20/07/2019)

TERNATE,KOMPAS.com - Tujuh hari yang lalu Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,2.

Hingga Sabtu (20/07/2019) hari ini, aktifitas sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMU belum berjalan dengan normal.

Sebagian besar siswa enggan bersekolah karena masih takut akan adanya gempa susulan.


Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Kembali Guncang Halmahera Selatan, Warga Panik

"Masih takut," kata Faruk, ketika ditemui di lokasi pengungsian Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Sabtu (20/07/2019)

Tak hanya siswa, sejumlah guru pun kabarnya belum berani masuk ke sekolah karena masih ada di lokasi pengungsian.

"Guru belum ada," kata siswa SMP 103 Kabupaten Halmahera Selatan itu.

Sebagian orangtua siswa juga mengkhawatirkan anak mereka masuk sekolah karena takut bangunan sekolah ambruk dengan adanya gempa susulan.

"Gempa susulan masih ada, ini barusan juga terjadi," kata Mina.

Baca juga: Keceriaan Anak-anak Korban Gempa Halmahera Jalani Trauma Healing

Menanggapi itu, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba memaklumi apabila ada siswa yang belum masuk sekolah.

"Kita tidak memaksakan itu, Dinas Pendikan mulai rancang sebuah cara belajar mengajar di tempat trauma healing," kata Bahrain.

"Sistim pendidikan trauma healing ini lebih diutamakan," kata Bahrain lagi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X