Keceriaan Anak-anak Korban Gempa Halmahera Jalani Trauma Healing

Kompas.com - 20/07/2019, 18:31 WIB
Keceriaan anak-anak korban gempa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara saat menjalani trauma healing di titik pengungsian Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Sabtu (20/07/2019) YAMIN ABDUL HASANKeceriaan anak-anak korban gempa di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara saat menjalani trauma healing di titik pengungsian Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Sabtu (20/07/2019)

TERNATE, KOMPAS.com - Upaya mengembalikan psikologis bagi korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mulai dilakukan, Sabtu (20/7/2019).

Upaya pengembalian psikologis atau trauma healing ini dilakukan dari Layanan Dukungan Psikososial Kementerian Sosial RI.

Mereka yang diberi program ini adalah anak-anak korban gempa bumi yang berada di lokasi pengungsian.


Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Kembali Guncang Halmahera Selatan, Warga Panik

Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak salah satunya dilakukan di titik pengungsian di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Di sana ada sekitar 175 anak-anak serta 50 balita.

Muksan, anak berusia 10 tahun ini terlihat sangat bergembira di lokasi pengungsian. Mereka bernyanyi, bertepuk tangan bersama seakan tak pernah ada gempa bumi.

"Senang, ia masih takut kalau ke sekolah," katanya kepada Kompas.com, Sabtu, di titik pengungsian.

Selain bernyanyi, mereka juga ditunjukkan beberapa jenis permainan oleh tim LDP dari Kemensos RI.

Baca juga: Halmahera Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari Pasca-gempa

Koordinator LDP, Tubagus Zainal Arifin mengatakan, program ini untuk mengembalikan fungsi sosial masyarakat, yang tadinya mereka sedih, dibuat memjadi gembira dengan bermain.

"Biasanya di sini sedih dan waktu bermain, kita kembalikan keceriaan mereka, karena ketika anak-anak bahagia maka orang tuanya ikut bahagia," katanya.

Program rekreasi bergembira ini, kata Zainal, sambil edukasi bagaimana semangat belajar mereka tidak hilang.

Usai diberi program, lanjut Zainal, anak-anak korban gempa tidak dilepas begitu saja, namun dijadwalkan dua hari kemudian akan dikontrol kembali untuk melihat sejauh mana perkembangannya.

"Baru di sini kita lakukan ini, sementara di titik pengungsian lain baru kita lakukan pendataan," kata Tubagus.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X