Kronologi Pembobolan Kantor Pengadilan Agama Pangkalan Bun

Kompas.com - 17/07/2019, 20:56 WIB
Kantor Pengadilan Agama Kelas IB Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dibobol maling, Rabu (17/7/2019) dini hari. KOMPAS.com/BUDI BASKOROKantor Pengadilan Agama Kelas IB Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dibobol maling, Rabu (17/7/2019) dini hari.

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com – Pengadilan Agama Kelas IB Pangkalan Bun dibobol maling, Rabu (17/7/2019).

Kejahatan ini disertai aksi kekerasan. Seorang sekuriti bernama Kadianto disekap oleh pelaku, yang berjumlah dua orang. Sebelum disekap, Kadianto dipukul hingga terjatuh.

“Yang satunya besar tinggi, yang satu agak pendek, tapi gempal. Yang mukul itu yang besar tinggi, mereka pakai topeng,” kata Kepala Humas Pengadilan Agama Kelas IB Pangkalan Bun, Ahmad Zuhri, Rabu (17/7/2019.

Baca juga: Kantor Pengadilan Agama Pangkalan Bun Dibobol Maling, Sekuriti Disekap

Korban berhasil ditolong oleh Muhammad Aini, panitera Pengadilan Agama Pangkalan Bun, yang tinggal di rumah dinas yang berada di belakang kantornya, 3 jam setelah aksi perampokan kantor tersebut selesai.

Menurut Aini, berdasarkan keterangan korban, aksi kejahatan ini bermula pukul 00.30.

Korban saat itu tidur di ruang pos bantuan hukum (posbakum). Ia mendengar suara jendela di ruang perpustakaan, berjarak satu ruang di samping posbakum.

Mendengar suara aneh itu, Kadianto segera keluar. Namun, baru membuka pintu ia langsung disambut bogem mentah oleh salah satu maling.

“Pencuri sudah masuk duluan. Setelah ketemu, di luar pintu langsung ditonjok, jatuhlah. Dia diancam pakai senjata tajam disuruh tiarap. Diikat kaki dan tangan, mulut dilakban, mata juga diikat. Yang gempal mengikat, yang tinggi besar menodongkan senjata tajam,” ujar Aini.

Baca juga: Merengek Minta HP, Perempuan Ini Malah Diperkosa dan Dicuri Motornya oleh Saudara Sepupu

Setelah meringkus korban dan meninggalkannya di ruang posbakum, dua perampok itu menyisir seluruh ruangan di kantor itu. Brankas, empat laptop, monitor all in one CCTV, microtic, ponsel, hingga sejumlah tas digondol maling. Kerugian material sekitar Rp80,6 juta.

Usai beroperasi, perampok kembali mendatangi korban untuk mengendorkan lakban di mulut Kadianto. Kadianto kemudian susah payah membuka lakban itu dengan menggunakan lidah dan air liurnya, serta menempelkannya pada bibir jendela.

Setelah itu, Kadianto puluhan kali berteriak minta tolong. Merasa teriakannya tak didengar, Kadianto mencoba beringsut dari tempatnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

Regional
Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Regional
Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Regional
Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X