Kompas.com - 10/07/2019, 21:40 WIB
Dorfin Felix (43), WNA Francis yang merupakan terpidana mati, masih ditahan di Lapas Mataram. Dorfin dilaporkan  sempat kabur dari Rutan Polda NTB, Januari 2019 silam, hingga kasus Suap Kompol Tuti terungkap. FITRI RDorfin Felix (43), WNA Francis yang merupakan terpidana mati, masih ditahan di Lapas Mataram. Dorfin dilaporkan sempat kabur dari Rutan Polda NTB, Januari 2019 silam, hingga kasus Suap Kompol Tuti terungkap.

MATARAM, KOMPAS.com- Penyidik Polda NTB akhirnya angkat bicara terkait tidak diungkapnya kasus kaburnya Dorfin Felix (43), tahanan kasus narkotika dari Rutan Polda NTB, dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang pertama kasus suap Kompol Tuti Maryati.

Kasubdit III Tipikor AKBP Syarif Hidayat, Rabu (10/7/2019) mengatakan, penyidik memang tidak menyebutkan kasus kaburnya Dorfin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus suap Tuti.

Manurut Syarif, keterkaitan kasus kaburnya Dorfin dan keterlibatan Tuti baru asumsi saja.

"Jadi kita sudah ambil keterangan Dorfin di lapas, Dorfin menjelaskan bahwa dia kabur sendiri dengan mengunakan gergaji besi," kata Syarif.

Baca juga: Tak Ditahan, Polwan yang Diduga Bantu Gembong Narkoba Dorfin Felix Kabur Tunggu Sidang

Dorfin mendapatkan gergaji itu karena kelalaian Tuti.  Gergaji berada dalam paket pakaian yang dikirimkan keluarga Dorfin ke alamat Tuti, sehingga tidak dilakukan pemeriksaan karena paket tidak menuju ke Rutan Polda NTB.

"Jadi ada indikasi bahwa gergaji itulah yang membuat Dorfin kabur, apakah faktanya Tuti membantu kaburnya Dorfin, belum ada pembuktian ke sana, baik dari keterangan saksi. Bukti bukti yang kita kumpulkan, yang mengarah Tuti membantu secara langsung itu tidak ada," terang Syarif.

Ditegaskan Kasubdit III Tipikor Polda NTB ini, bahwa yang dilakukan Tuti adalah memberikan fasilitas tanpa pengawasan sehingga gergaji besi itu bisa masuk Rutan Polda NTB dan digunakan Dorfin kabur. Hal itu merupakan fakta sementara bagi penyidik.

"Karena secara fakta dalam dakwaan, membantu secara terang terangan Dorfin kabur, tidak kita temukan," ungkapnya.

Suap Rp 10 miliar hanya isu

Terkait isu suap sebesar Rp 10 miliar pada Kompol Tuti, kata Syarif, hal itu hanya isu belaka yang dihembuskan dan berkembang media.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X