7 Fakta Babi Hutan Serang Warga di Banyumas, 1 Meninggal hingga Libatkan Anjing Peliharaan

Kompas.com - 03/07/2019, 14:08 WIB
Ilustrasi tembakan Ilustrasi tembakan

Menurut Edi, peristiwa penyerangan babi hutan kepada warga baru kali ini terjadi. Sebelumnya, kawanan babi hutan beberapa kali menyerang tanaman yang berada di ladang dekat hutan, namun tidak sampai melukai warga.

"Dulu di desa tetangga pernah menyerang warga, kalau di sini belum pernah, biasanya paling merusak tanaman. Kawanan babi hutan sering turun karena tempat kita berbatasan dengan hutan," ujar Edi.

Warga lainnya, Kuswarjo (65) mengatakan, babi hutan yang menyerang warga sempat ditembak menggunakan senapan angin. Namun, tembakan tersebut belum dapat melumpuhkan babi hutan.

"Babi sudah terluka, tadi kena tembak senapan angin, ada beberapa luka tembak katanya," ungkap Kuswarjo.

Baca juga: Cerita Rahmat, Berduel dengan Babi Hutan hingga Terkapar untuk Selamatkan Tetangganya

6.  Polisi bakal tembak babi hutan

Sejumlah anggota polisi dan TNI turun tangan membantu warga memburu babi hutan yang melukai empat orang di Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Kapolsek Kedungbanteng AKP Priyono mengatakan, petugas akan menggiring babi hutan yang dicari ke suatu titik. Setelah berhasil digiring di titik yang ditentukan, babi tersebut akan ditembak.

"Kami bersama masyarakat sudah siap untuk menggiring babi hutan ke suatu titik, harapannya kami bisa melakukan penembakan di lokasi tersebut. Warga sudah dikumpulkan untuk bersama-sama melakukan pengejaran," kata Priyono, di lokasi kejadian, Selasa.

Baca juga: Polisi Bakal Tembak Babi Hutan yang Lukai 4 Warga

7.  Anjing dikerahkan buru babi hutan

Para pemburu bersama anjingya bersiap dalam olahraga berburu babi hutan di Bengkulu.KOMPAS.com/FIRMANSYAH Para pemburu bersama anjingya bersiap dalam olahraga berburu babi hutan di Bengkulu.

Perburuan babi hutan yang menyerang empat warga di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus dilakukan.

Kapolsek Kedungbanteng AKP Priyono mengatakan, perburuan hari ini akan melibatkan sejumlah anjing. Anjing yang dilibatkan tersebut merupakan milik warga yang biasa digunakan untuk berburu di kawasan hutan.

"Pencarian hari ini akan melibatkan anjing yang biasa digunakan untuk berburu. Kalau hanya manusia saja susah, harus pakai anjing, nanti akan dikejar, diburu, nanti tinggal kami lumpuhkan," kata Priyono, saat dihubungi, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Anjing Dikerahkan untuk Buru Babi Hutan yang Serang 4 Warga

Sumber KOMPAS.com (Fadlan Mukhtar Zain)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X