7 Fakta Babi Hutan Serang Warga di Banyumas, 1 Meninggal hingga Libatkan Anjing Peliharaan

Kompas.com - 03/07/2019, 14:08 WIB
- THINSTOCK-

"Tadi mau nyari rumput di jalan, tiba-tiba diserang babi hutan. Suami saya kemudian lari menuju warung meminta tolong. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit karena luka pada bagian tangan," kata Raitem (65), istri dari Karsikin.

Baca juga: Dikira Babi Hutan, Petani di Sumsel Ditembak Teman Sendiri

3.  Satu warga meninggal dunia

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas Ady Chandra mengatakan, korban yang meninggal dunia atas nama Warsinah (70), warga Desa Windujaya. Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Purwokerto.

"Salah satu korban yang diserang babi hutan tadi siang telah meninggal dunia atas nama Warsinah. Korban meninggal di Rumah Sakit Islam sekitar pukul 20.30 WIB di rumah sakit," kata Ady saat dihubungi, Selasa malam.

Ady mengatakan, korban menderita luka cukup serius pada bagian punggung dan pantat. Korban dilarikan ke rumah sakit Selasa siang, pasca-diserang babi hutan, untuk mendapatkan penanganan tim medis.

"Korban menderita luka akibat cabikan babi hutan, korban juga sudah lanjut usia. Tadi sempat dipacu jantungnya, namun Allah berkehendak lain," ujar Ady.

Baca juga: Satu Korban Serangan Babi Hutan di Lereng Gunung Slamet Akhirnya Meninggal

4.  Buru babi hutan dengan batang kayu yang diruncing

Warga memburu babi hutan menggunakan batang pohon runcing di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019)KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Warga memburu babi hutan menggunakan batang pohon runcing di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019)

Puluhan warga di sekitar lereng selatan Gunung Slamet memburu babi hutan yang melukai empat orang warga di Desa Windujaya dan Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, warga di kedua desa berkerumun di sejumlah titik. Warga berupaya memburu babi hutan dengan menggunakan senapan angin dan peralatan tradisional seperti batang kayu yang dibuat runcing.

Edi Maryanto (54), warga Desa Windujaya berharap babi hutan dapat segera ditangkap atau dibunuh.

Pasalnya, serangan tersebut telah meresahkan warga, terutama yang sering beraktivitas di sekitar hutan.

"Tadi sudah kami laporkan ke polisi. Saya berharap bisa ditangkap atau dibunuh, karena dikhawatirkan akan menyerang orang lagi. Kalau seperti ini terus warga kan jadi resah," kata Edi saat ditemui, Selasa.

Baca juga: Babi Hutan yang Lukai Warga Diburu dengan Batang Bambu Runcing

5.  Baru pertama babi hutan serang warga

Warga memburu babi hutan menggunakan senapan angin di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019)KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN Warga memburu babi hutan menggunakan senapan angin di Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (2/7/2019)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

Regional
1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X