Rencana Tampung Anak Imigran di SD Negeri, Pemkot Pekanbaru Diminta Prioritaskan Anak Lokal

Kompas.com - 28/06/2019, 16:39 WIB
Arsip Foto. Anak-anak imigran asal Afghanistan berdiri di pagar pembatas Kantor Imigrasi Pekanbaru, Riau, Rabu (15/6/2016) AntaranewsArsip Foto. Anak-anak imigran asal Afghanistan berdiri di pagar pembatas Kantor Imigrasi Pekanbaru, Riau, Rabu (15/6/2016)
Editor Rachmawati

PEKANBARU, KOMPAS.com — Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru akan menampung anak imigran atau pengungsi bersekolah di SD Negeri setempat disorot anggota DPRD setempat.

"Rencana Disdik itu bagus. Tapi penuhi dulu untuk anak Pekanbaru, baru anak imigran. Apalagi, sekarang banyak warga kita yang mengeluh tidak diterima di beberapa sekolah negeri," kata anggota DPRD Pekanbaru, Mulyadi, di Pekanbaru, Jumat (28/6/2019).

Rencana Dinas Pendidikan yang bakal memfasilitasi ruang belajar sekolah untuk anak pengungsi/imigran di Kota Pekanbaru telah menimbulkan beberapa pandangan di tengah masyarakat. Ada yang pro dan yang kontra.

Baca juga: 12 SD Negeri di Pekanbaru Siap Menampung 200 Anak Keluarga Imigran

Namun, kebanyakan masyarakat Kota Pekanbaru sangat mendukung rencana tersebut karena mempertimbangkan dan menghargai nilai luhur hak asasi manusia, apalagi seorang anak berhak memperoleh pendidikan.

Politisi PKS ini berpendapat, pemenuhan hak anak dalam memperoleh pendidikan, khususnya bagi anak imigran ini, juga harus betul-betul mempertimbangkan kearifan lokal. Jangan sampai terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

Apalagi di tahun ajaran baru ini, banyak orangtua siswa ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

"Kalau Disdik tetap dengan rencana itu, tolong penuhi dulu untuk anak warga lokal," katanya.

Sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru telah menetapkan 12 sekolah dasar negeri yang akan jadi lokasi pendidikan bagi 200-an anak imigran setempat.

"Penetapan ini diambil setelah menggelar rapat koordinasi penanganan pengungsi, kemarin," kata Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal.

Baca juga: 200 Anak Keluarga Imigran di Pekanbaru Difasilitasi Sekolah

Menurutnya, Disdik telah memastikan 200-an anak imigran akan ikut pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019/2020, sedangkan penetapan lokasi pendidikannya sudah didata sesuai dengan yang terdekat dengan tempat penampungan imigran.

Diakuinya untuk penerimaan PPDB tahun ini baru diperuntukkan bagi anak imigran yang berada pada tingkat sekolah dasar saja, seperti yang sudah dilakukan Medan.

"Kalau rencana ini berjalan di tahun ajaran baru nanti, kita nomor dua setelah Medan sebagai pembuat program bersekolah bagi anak imigran,” ujarnya.

Syarat lainnya untuk bisa bersekolah, kata Jamal, adalah anak-anak imigran harus bisa berbahasa Indonesia. Ini dilakukan agar mereka bisa berbaur dan mengikuti pelajaran di sekolah.

"Jadi sistemnya dititip ke sekolah yang muridnya kurang. Ada yang tiga orang di satu sekolah, atau bisa lebih. Sesuai dengan jumlah kuota yang mampu ditampung di situ," tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bogor, Rumah Rusak dan Kendaraan Terguling

Regional
Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Banten Dipastikan Punya Pemakaman Khusus Covid-19 di Kota Serang

Regional
Pensiunan PNS Edarkan Uang Palsu untuk Bayar Utang Pemilihan Bupati Sebesar Rp 1 M

Pensiunan PNS Edarkan Uang Palsu untuk Bayar Utang Pemilihan Bupati Sebesar Rp 1 M

Regional
Dalam 2 Hari, 109 Warga Kota Sorong Positif Corona

Dalam 2 Hari, 109 Warga Kota Sorong Positif Corona

Regional
Bawaslu Jateng Tindak Tegas Paslon Pilkada Pelanggar Protokol Kesehatan

Bawaslu Jateng Tindak Tegas Paslon Pilkada Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Bangka Belitung Nihil Kasus Corona dalam 3 Hari Terakhir

Bangka Belitung Nihil Kasus Corona dalam 3 Hari Terakhir

Regional
Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Tak Ditahan, Polisi: Hanya Wajib Lapor

Jadi Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Tak Ditahan, Polisi: Hanya Wajib Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X