200 Anak Keluarga Imigran di Pekanbaru Difasilitasi Sekolah

Kompas.com - 27/06/2019, 13:01 WIB
Imigran Gelap Afghanistan Seorang remaja puteri imigran gelap asal Afghanistan berada di Kantor Imigrasi (Kanim) Pekanbaru, Riau, Rabu (15/6/2016). Sekitar seratus imigran gelap asal Afghanistan kembali menduduki halaman Kanim Pekanbaru sebagai tempat tinggal sementara, yang didominasi anak - anak dibawah umur yang terancam kesehatannya akibat lingkungan yang tidak higienis. AntaranewsImigran Gelap Afghanistan Seorang remaja puteri imigran gelap asal Afghanistan berada di Kantor Imigrasi (Kanim) Pekanbaru, Riau, Rabu (15/6/2016). Sekitar seratus imigran gelap asal Afghanistan kembali menduduki halaman Kanim Pekanbaru sebagai tempat tinggal sementara, yang didominasi anak - anak dibawah umur yang terancam kesehatannya akibat lingkungan yang tidak higienis.
Editor Rachmawati

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru siap menampung sekitar 200 anak dari keluarga imigran yang mencari suaka politik ke wilayah setempat pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada.

"Kami akan mulai menempatkan anak-anak imigran itu pada tahun ajaran baru 2019/2020," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal di Pekanbaru, Minggu (27/6/2019).

Baca juga: Mobil KIA Terbakar di Area Bandara SSK II Pekanbaru

Abdul Jamal menjelaskan kebijakan ini dilakukan atas perintah Kemenkumham dan Kemendiknas, karena Kota Pekanbaru yang menjadi lokasi penampungan dan tempat singgah imigran yang memiliki anak-anak usia sekolah.

"Pekanbaru diminta berpartisipasi untuk memberikan tempat bagi anak-anak imigran usia sekolah agar mendapat pendidikan," tuturnya.

Sambil menunggu mendapatkan negara suaka, mereka bisa bersekolah supaya tidak menjadi masalah sosial.

"Ini merupakan tindaklanjut pertemuan di Yogyakarta di mana Pekanbaru menjadi lokasi penampungan imigran, selain Medan," katanya.

Baca juga: Meneteskan Air Mata, Kepala Sekolah Cabut Surat Edaran Siswa Wajib Berbusana Muslim

Jamal menyebutkan untuk semua biaya sekolah tentunya harus bayar dan itu ditanggung oleh Intenational Organization Migration (IOM). Ini adalah salah satu lembaga khusus imigran di PBB (UNHCR).

"Jadi, kita hanya menyalurkan atau memfasilitasi saja," ujarnya.

Jamal menambahkan, syarat utama untuk anak-anak yang akan bersekolah wajib bisa berbahasa Indonesia. Selain akan ada pendampingan, agar anak-anak bisa berbaur dan mengikuti pelajaran. Sedangkan lokasi sekolah akan disesuaikan di sekitar tempat penampungan.

"Sistemnya kami titip saja. Sekolah yang disasar tentulah yang muridnya kurang. Ada yang kami titip tiga orang di satu sekolah atau bisa lebih. Sesuai dengan jumlah yang bisa di sekolah itu," ujarnya.

Baca juga: 5 Fakta Surat Edaran Siswa Wajib Berbusana Muslim, Wakil Bupati Minta Maaf hingga Kepala Sekolah Cabut Surat

Diakui Jamal, banyak sisi positif dari rencana ini. Anak-anak  tentu tak lagi jadi anak tanpa pendidikan. Selain itu, mereka bisa mendalami Bahasa Indonesia. Sebaliknya, anak-anak SD Negeri tersebut juga bisa belajar Bahasa Inggris.

"Anak-anak imigran ini kan pintar berbahasa Inggris. Nah, anak-anak kita bisa pula belajar dan saling dapat keuntungan," pungkas Jamal.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemotor Tewas di Sawah

Regional
Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Anak yang Dianiaya Ibunya karena Tak Ikut Belajar Daring Selalu Jadi Juara Kelas

Regional
Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Fakta Telur Ayam Jumbo, Berisi Telur Lagi Saat Dipecahkan dan Pemilik Keheranan

Regional
Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Tak Ikut Belajar Daring, Ibu Aniaya Anak Kandung dengan Balok Kayu dan Merekamnya

Regional
Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Dua Pejabat Pemkab Banyumas Positif Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

KPU Tetapkan Luas TPS Pilkada 2020 Minimal 60 Meter Persegi

Regional
Kapolda Riau Berikan Bantuan Obat Covid-19 ke RS Rujukan

Kapolda Riau Berikan Bantuan Obat Covid-19 ke RS Rujukan

Regional
Detik-detik Kapal TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Vietnam di Natuna, 13 ABK Diamankan

Detik-detik Kapal TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Vietnam di Natuna, 13 ABK Diamankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X