2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Kompas.com - 18/06/2019, 22:52 WIB
Kedua orang oelaku pungli terhadap pengendara kendaraan yang terjebak macet di Mesuji OKI diamankan petugas. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAKedua orang oelaku pungli terhadap pengendara kendaraan yang terjebak macet di Mesuji OKI diamankan petugas.

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Personel polisi dari Polsek Mesuji Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan menangkap 2 orang pelaku pungli terhadap pengendara kendaraan yang terjebak macet akibat amblasnya jembatan mesuji Selasa (18/6/2019).

Kedua pelaku masing-masing Nahwan (28) dan Slamet Irfanto (29) keduanya warga Blok M Desa Dabukrejo Kecamatan Lempuing OKI.

Kapolsek Mesuji AKP Dharmanson menjelaskan, modus pelaku adalah dengan cara menawari pengendara yang kendaraannya terjebak macet untuk masuk ke akses jalan tol Kayuagung-Lampung di Desa Sidamukti Mesuji OKI.

Baca juga: Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Jika pengendara setuju, jelas Dharmanson, maka kedua orang itu bertindak menjadi petunjuk jalan bagi kendaraan tersebut.

Setelah tiba di lokasi jalan akses tol yang juga merupakan lokasi TKP penangkapan, kedua orang itu lalu memaksa meminta uang dengan jumlah bervariasi.

"Untuk kendaraan pribadi mereka meminta antara 100 hingga 150 ribu rupiah, sedangkan kendaraan besar seperti truck dan fuso mereka meminta antara 200 hingga 250 ribu rupiah perkendaraan" katanya.

Baca juga: Buron Setahun, 2 Pelaku Curas di Bawah Umur Diamankan Polisi

Kronologis penangkapannya sendiri jelas Dharmanson, berawal saat ia beserta anggotanya tengah melakukan patroli hunting dan antisipasi aksi kejahatan terhadap para pengguna jalan tol yang disinyalir telah dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk melakukan pungli Selasa sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketika sampai di jalan poros Desa Sukamukti Mesuji OKI, mereka melihat pelaku sedang memaksa meminta sejumlah uang kepada korban kendaraan pribadi jenis kijang dengan alasan uang jasa pengantaran.

"Segera saja kami beserta personil melakukan penangkapan terhadap pelaku, kemudian pelaku dan BB uang sebesar Rp 350.000 kami bawa ke Mapolsek Mesuji guna penyidikan lebih lanjut, sedangkan korban tidak bersedia membuat laporan polisi dengan alasan ingin melanjutkan perjalanan," terangnya.

Baca juga: Polisi Gerebek 3 Oknum ASN, 1 Honorer dan Karyawan Swasta yang Sedang Pesta Sabu

Dharmanson juga mengingatkan para pengendara kendaraan yang hendak menuju Lampung atau sebaliknya yang terjebak akibat jembatan amblas agar berhati-hati terhadap tawaran orang tak bertanggung jawab yang menawarkan jalan pintas atau jalan alternatif menuju akses tol terdekat.

"Lebih berhati-hati," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X