Caleg Gerindra Bantah Perintahkan Pembongkaran Makam akibat Beda Pilihan Politik

Kompas.com - 13/06/2019, 16:37 WIB
Burhanuddin Tallu (64), caleg Partai Gerindra di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, membantah memerintahkan pembongkaran makam akibat perbedaan pilihan politik pada pemilu Apri lalu. Kamis, (13/6/2019).KOMPAS.com/ABDUL HAQ Burhanuddin Tallu (64), caleg Partai Gerindra di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, membantah memerintahkan pembongkaran makam akibat perbedaan pilihan politik pada pemilu Apri lalu. Kamis, (13/6/2019).

TAKALAR, KOMPAS.com - Burhanuddin Talli (64) caleg Gerindra Nomor urut 1 Dapil 1, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, membantah jika dirinya memerintahkan pembongkaran empat makam akibat beda pilihan politik.

Dirinya malah baru mengetahui pembongkaran makam tersebut setelah beritanya ramai di media sosial.

Ia mengakui bahwa lahan tersebut adalah lahan pemakaman keluarga dan umum meski status kepemilikan lahan adalah miliknya sesuai dengan sertifikat yang diperlihatkan kepada sejumlah awak media.

"Saya tidak pernah memerintahkan pembongkaran makam tersebut karena itu makam keluarga saya sendiri. Saya malah baru tahu setelah pembongkaran makam tersebut di media sosial bahkan nama saya disebut-sebut," katanya saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Jalur Trans Sulawesi, Jalan Poros Pattalassang, Kabupaten Takalar, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Ini Pengakuan Istri Caleg soal Kasus Bongkar Makam karena Beda Pilihan Politik

Burhanuddin juga mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan politik di antara kerabatnya lantaran hal itu menjadi resiko pertarungan demokrasi

"Terserah mereka mau pilih saya atau tidak. Saya tidak pernah permasalahkan perbedaan politik tersebut, katanya.

Saat dimintai tanggapan tentang isterinya yang memerintahkan pembongkaran makam tersebut. Dirinya juga membantah jika mengetahui perintah tersebut.

"Saya tidak pernah datang ke rumah Rauf Ampa (Abdul Rauf Daeng Ngampa) kecuali melintas di depan rumah saya. Persoalan haji perempuan (isteri saya) yang memerintah pembongkaran. Saya tidak tahu itu dan kalau pun ada perintah pemindahan, saya kira itu bisa dimaklumi sebab lahan tersebut dia (isteri saya) yang beli namun dalam sertifikat atas nama saya" katanya. 

Baca juga: Polisi Bongkar Makam Bayi yang Tewas Dianiaya Ayahnya di Kebon Jeruk

Meski demikian. Burahanuddin tetap menyayangkan pembongkaran makam tersebut lantaran disebut berlatar belakang perbedaan politik.

"Saya dan Rauf Ampa (Abd Rauf Daeng Ngampa) masih satu keluarga dan jangankan keluarga, masyarakat lain saja yang datang minta izin untuk dimakamkan kerabatnya di lahan tersebut saya izinkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa empat makam di Lingkungan Parangkarode, Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, dibongkar pada Minggu, (9/6/2019) hanya lantaran beda pilihan politik. Kasus ini pun viral di media sosial dan mendapat beragam penilaian dari pengguna internet.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X