Ini Pengakuan Istri Caleg soal Kasus Bongkar Makam karena Beda Pilihan Politik

Kompas.com - 13/06/2019, 15:32 WIB
Peindaham empat makam di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan akibat beda pilihan politik. Minggu, (9/6/2019). KOMPAS.com / ABDUL HAQPeindaham empat makam di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan akibat beda pilihan politik. Minggu, (9/6/2019).


TAKALAR, KOMPAS.com - Mariama Daeng Ngiji, istri dari caleg Partai Gerindra Burhanuddin Talli, mengaku, hanya memerintahkan pemindahan satu makam dalam kasus pembongkaran makam karena beda pilihan politik.

Sebelumnya, warga menyebut ada empat makam yang harus dibongkar karena kasus ini.

Mariama mengaku, makam yang diminta untuk dipindahkan yakni makam Nurhayati Daeng Lebong, yang merupakan istri Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Baca juga: Caleg di Daerah Ini Disebut Minta Bongkar 4 Makam yang Ada di Lahannya

"Itu lahan kan milik saya dan dijadikan pemakaman keluarga, dan saya cuma perintahkan pindahkan satu makam saja, bukan empat," kata Mariama, saat ditemui Kompas.com, dikediamannya di Jalur Trans Sulawesi, Jalan Poros Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019).

Tiga makam lainnya, yakni makam Mallarangang Daeng Ngopa dan Labaso Daeng Tunru serta Sugi Daeng Ngiji, tidak diperintahkan untuk dipindahkan dengan alasan masih kerabat dekat.

Dia menyebut, motifnya memerintahkan pemindahan makam bukan karena beda pilihan politik, tetapi karena masalah pemasangan baliho caleg lain di depan rumah Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Pihaknya mengaku selama ini kerap membantu Abdul Rauf Daeng Ngampa, namun belakangan muncul baliho caleg lain.

"Saya dengan Rauf Opa (Abdul Rauf Daeng Ngampa) sebenarnya masih kerabat dan sejak awal dia yang ajak suaminya saya, untuk maju caleg. Tapi, belakangan dia malah pasang baliho caleg lain di depan rumahnya, padahal selama ini apa pun yang dia minta kami tolong dia," kata Mariama.

Pembongkaran empat makam tersebut terjadi pada Minggu (9/6/2019) lalu. Pembongkaran empat makam ini menjadi viral di jejaring sosial.

Baca juga: Polisi Bongkar Makam Sulasmini yang Semula Dinyatakan Tewas Dipatuk Ular

 

Keluarga korban sebelumnya mengatakan, pemilik lahan memerintahkan pemindahan itu karena beda pilihan politik.

"Memang katanya lahan tersebut adalah miliknya dan dijadikan pemakaman umum warga di sini, tetapi istrinya datang ke rumah suruh bongkar itu kuburan, katanya karena kami tidak pilih suaminya," kata Abdul Rauf Daeng Ngampa.

Kini, empat makam milik kerabat Abdul Rauf Daeng Ngampa dipindahkan ke areal perkebunan berjarak lima ratus meter dari lokasi pemakaman sebelumnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X