Polisi Periksa Caleg JT sebagai Terduga Provokator Kerusuhan di Distrik Fayit

Kompas.com - 12/06/2019, 19:18 WIB
Tim investigas gabungan menemukan beberapa senjata tajam yang dibawa oleh massa ketika mengamuk di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua (29/05/2019)dok Pendam XVII Cenderawasih Tim investigas gabungan menemukan beberapa senjata tajam yang dibawa oleh massa ketika mengamuk di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua (29/05/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Terkait kasus kerusuhan dan penembakan di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua, kini pihak polisi tengah mendalami dugaan keterlibatan oknum caleg berinisial JT.

Kapolres Asmat, AKBP Andi Yoseph Enoch, menyampaikan, ada dugaan JT merupakan provokator.

"Sementara kami ada proses yang bersangkutan, ada salah satu caleg yang diduga jadi provokator, JT. Belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih pemeriksaan," kata Andi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pada Rabu (12/6/2019). 


Dalam kasus yang terjadi pada 27 Mei 2019 tersebut, 220 massa yang datang ke Kampung Ais melakukan perusakan dan penjarahan ke salah satu rumah warga.

Baca juga: Penembakan Warga Asmat oleh OknumTNI, Ini Rekomendasi Komnas HAM

Serka Fajar yang berada di lokasi kejadian berusaha menenangkan massa secara persuasif, namun tidak digubris.

Kemudian, mengeluarkan dua kali tembakan peringatan yang justru membuat massa mengejar dirinya.

Dalam keadaan terjepit, Serka Fajar menembak kerumunan massa sehingga menyebabkan empat orang tewas dan satu orang mengalami cacat tetap karena salah satu tangannya harus diamputasi.

Andi mengatakan, hingga kini polisi belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap massa perusuh karena di saat yang sama, Pomdam XVII Cenderawasih sedang memeriksa mereka terkait kasus penembakan tersebut.

Namun, ia menyebut bila sudah ada beberapa nama yang dikantongi untuk kemudian akan diperiksa.

"Ada oknum kepala kampung yang mendapat telepon dari JT, kami mau melakukan upaya untuk memeriksa mereka," ujar dia.

"Jadi, dia (JT) sampaikan di sana bahwa kami punya suara diambil oleh caleg lain, jadi itu yang buat mereka marah," sambung Andi.

Sedangkan untuk korban pemilik rumah yang dirusak dan barang dagangannya dijarah massa, ia menyebut yang bersangkutan belum membuat laporan polisi.

Baca juga: Tanggapan TNI soal Rekomendasi Komnas HAM Mengenai Kasus Penembakan di Asmat

Ia menilai, ada faktor ketakutan dari korban karena dirinya adalah warga pendatang.

"Kami sudah sampaikan kepada yang punya rumah untuk lapor, tetapi sampai sekarang yang bersangkutan belum lapor," ujar dia.

Sebelumnya, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyampaikan bila proses hukum terhadap Serka Fajar sudah dilakukan sejak awal kasus tersebut terjadi.

Serka Fajar sukarela menyerahkan diri dan kooperatif menjalani setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh Komnas HAM Papua dan Pondam XVII Cenderawasih.

Aidi meminta Komnas HAM juga mendesak agar proses hukum terhadap pelaku kerusuhan dan provokatornya segera dilakukan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

5 Hektare Ladang Ganja Ditemukan di Tengah Hutan Aceh

Regional
Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Gempa Maluku Utara Rusak Jaringan Listrik di Halmahera Selatan

Regional
Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Sebelum Ditangkap, Ayah yang Aniaya Anak Gizi Buruk Ancam Polisi

Regional
Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Terekam CCTV, Pengendara BMW Curi Tong Sampah Seharga Rp 70.000

Regional
Kasus 'Bupati Biadab', Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Kasus "Bupati Biadab", Bupati Aceh Tengah Siap Bersumpah di Bawah Al Quran

Regional
Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Momen Polisi Misterius Gendong Calon Haji Tertua Saat Rekan Se-Kloter Berdesakan Masuk Bus

Regional
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Mulai 22 Juli 2019

Regional
Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Cerita Adilta, Merintis Usaha di Balik Musik Cadas Kota Medan

Regional
Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Seorang Kuli Panggul Ditemukan Meninggal di Roda Bakso Pasar Tasik

Regional
Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Di Anambas, Menteri Susi Minta Warga Tidak Buang Sampah di Kolong Rumah

Regional
Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Menteri Susi Larang Tangkap Ikan Napoleon Seberat 4 Kg, Ini Alasannya...

Regional
BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

BNN Cari Mobil Ferrari Milik Petani yang Jadi Bandar Narkoba

Regional
Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Berbahaya, Sumur Bor yang Semburkan Lumpur dan Gas di Cilacap Ditutup

Regional
Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Menteri Susi: Berada di Perbatasan, Anambas Punya Peran Penting Bagi NKRI

Regional
Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Pelempar Molotov di Rumah Dinas Tertangkap, Ini Kata Ketua DPRD Kota Magelang

Regional
Close Ads X