Tanggapan TNI soal Rekomendasi Komnas HAM Mengenai Kasus Penembakan di Asmat

Kompas.com - 11/06/2019, 16:18 WIB
Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi KOMPAS.com/Dhias SuwandiKapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi

JAYAPURA, KOMPAS.com - Terkait kasus penembakan yang dilakukan Serka Fajar di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua, Komnas HAM telah mengeluarkan rekomendasi yang diminta segera ditindak lanjuti oleh Kodam XVII Cenderawasih.

Merespons hal tersebut, Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, di Jayapura, Selasa (11/6/2019) menyatakan, bila proses hukum terhadap Serka Fajar sudah berjalan sebelum Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi.

"Sebelum Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi, Kodam sudah bergerak lebih dulu. Hari H Pangdam mendapat laporan dari Korem, Pangdam langsung membuat rapat dan hasil keputusannya adalah membentuk tim investifasi gabungan secara menyeluruh," ujar Aidi.

Pananganan kasus penembakan yang berawal dari adanya kerusuhan yang dilakukan ratusan orang akibat ketidak puasan hasil Pemilu Legislatif 2019, ditegaskannya terus berjalan.

Baca juga: Penembakan Warga Asmat oleh OknumTNI, Ini Rekomendasi Komnas HAM

Sejak awal, terang Aidi, Kodam XVII Cenderawasih selalu berupaya menjadi inisiator untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Bahkan, Pangdam Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring yang menghubungi langsung Kapolda Papua dan Kepala Komnas HAM Papua guna membentuk tim investigasi gabungan.

"Saat ini, yang bersangkutan (Serka Fajar) sedang menjalani proses hukum, namun hal itu tidak serta merta harus langsung jadi, harus melalui tahap-tahap penyelidikan dan nanti juga akan sampai di pengadilan," tutur dia.

Aidi memastikan, Serka Fajar yang kini sudah berada di Pomdam XVII Cenderawasih di Kota Jayapura, bersikap kooperatif.

"Perlu digaris bawahi juga, Serka Fajar itu tidak ditangkap, tapi dia secara kesatria menyerahkan diri berikut dengan senjatanya. Selama proses investigasi dia juga memberi keterangan secara kooperatif, tidak ada yang disembunyikan," kata dia.

Menurut Aidi, dari hasil olah TKP di Distrik Fayit, Serka Fajar bersama rekannya Serda Reftob sudah berusaha menenangkan massa yang mengamuk dan telah merusak satu rumah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X