233 Jiwa Mengungsi Akibat Tanah Bergerak di Nyalindung Sukabumi

Kompas.com - 09/05/2019, 08:20 WIB
Retakan tanah yang terus membesar dan membelah persawahan akibat bencana tanah bergerak di Kamoung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTORetakan tanah yang terus membesar dan membelah persawahan akibat bencana tanah bergerak di Kamoung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/5/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sedikitnya 112 kepala keluarga (KK) berjumlah 233 jiwa dilaporkan mengungsi akibat bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat hingga Rabu (8/5/2019).

"Hingga hari ini jumlah pengungsi bertambah. Sebelumnya memang berjumlah 110 KK, sekarang sudah bertambah menjadi 112 KK," kata Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan whatsapp, Rabu siang.

Dia menuturkan ratusan warga yang mengungsi tersebut tidak semuanya tinggal di lokasi pengungsian.

Sebab ada juga warga yang sementara mengungsi ke rumah keluarga atau kerabatnya, dan mengontrak rumah di beberapa kampung berbeda.

Baca juga: Soal Tanah Bergerak di Sukabumi, BPBD Tunggu Kajian dan Rekomendasi Badan Geologi

Agus menjelaskan tempat pengungsian sudah disediakan di bekas bangunan pasar desa yang sudah diberikan dinding-dinding penyekat seperti kamar.

Lokasinya tidak jauh hanya sekitar 50 meter dari Kantor Desa Kertaangsana di Jalan Raya Sukabumi - Nyalindung - Sagaranten.

"Warga menempati tempat pengungsian setiap harinya, dan ada juga yang di keluarganya," jelas dia.

Baca juga: Fakta Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi, 30 Jasad Dipindahkan hingga 90 Rumah Rusak

Pantauan Kompas.com di lokasi pengungsian Minggu (5/5/2019) terdapat tiga tenda berwarna orange milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. Satu tenda dome besar ukuran 12 x 6 meter dan dua buah tenda family ukuran 4 x 4 meter.

Sebelumnya ketiga tenda tersebut sempat ditempati para pengungsi selama beberapa hari.

Selanjutnya para pengungsi menempati bangunan bekas pasar desa ukuran 20 x 10 meter yang sudah diperbaiki dan diberi penyekat

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X