Bupati Mandailing Natal Akui Mundur karena Kecewa Hasil Pemilu

Kompas.com - 21/04/2019, 20:00 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution (tengah) meninjau lokasi banjir dan longsor di Kabupaten Madina, Sumut, Rabu (14/11/2018)Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution (tengah) meninjau lokasi banjir dan longsor di Kabupaten Madina, Sumut, Rabu (14/11/2018)

MEDAN, KOMPAS.com – Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution mengundurkan diri dari jabatannya.

Informasi ini beredar lewat surat berlambang Garuda yang langsung ditandatanganinya. Berdasarkan isu yang berhembus, Dahlan mundur karena perolehan suara Jokowi–Ma’ruf Amin di wilayahnya anjlok.

Laman pemilu2019.kpu.go.id menyebutkan, perolehan suara sementara Jokowi-Ma’ruf Amin di Mandailing Natal sebesar 20,01 persen pada Minggu (21/4/2019) pukul 16.45 WIB. Terpaut jauh dari suara Prabowo-Sandi yang berada di angka 79,99 persen. Data ini berdasarkan input 160 dari 1.326 tempat pemungutan suara (TPS) di Madina atau 12,07 persen.

Pada Pemilu 2014 lalu, Jokowi juga mengalami hal yang sama di Madina, kalah telak. Berpasangan dengan Jusuf Kalla, Jokowi hanya mampu meraup suara 23,87 persen, sedangkan Prabowo-Hatta Rajasa meraup 76,13 persen suara.


Baca juga: Edy Rahmayadi Belum Terima Surat Pengunduran Diri Bupati Mandailing Natal

Dahlan yang juga masuk pada Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kabupaten Madina saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon membenarkan soal surat yang beredar tersebut. Namun dia enggan menjelaskan secara gamblang alasannya.

“Iya benar, sesuai isi surat saja. Saya sedang kurang enak badan, nanti saya lanjutkan, ya," kata Dahlan menutup pembicaraan, Minggu (21/4/2019).

Urusan pribadi

Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST yang dimintai komentarnya mengatakan, partainya tidak ikut campur soal mundurnya Dahlan dari jabatan bupati. Sampai hari ini, Iskandar mengaku belum mendapat penjelasan apa pun dari Dahlan.

“Itu persoalan pribadi beliau sebagai pejabat negara, NasDem tidak akan ikut campur. Ini persoalan pribadi, moral dia sebagai bupati,” kata Iskandar, Minggu petang.

Ditanya apakah mundurnya Dahlan akan mempengaruhi elektabilitas partai, Iskandar mengatakan tidak terpengaruh. Menurutnya, NasDem sudah cukup kuat di Kabupaten Madina. Tidak lagi bergantung kepada kepala daerah.

"Kita memang membutuhkan kader kepala daerah, tapi karena struktur kita sudah kuat, kader kita juga kuat,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya menginginkan Dahlan tetap melanjutkan pemerintahannya sampai selesai. Menurut dia, Dahlan sangat mencintai dan dicintai masyarakat Madina.

"Pikirannya sangat dibutuhkan masyarakat Madina, kalau bisa dia tetap lanjut. Sama kami, dia bupati berprestasi,” kata Iskandar.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X